Harga Bitcoin Melesat Tembus Rp1,56 Miliar, Institusi Besar Serbu Pasar Kripto
Kamis, 24 April 2025 - 18:10 WIB
loading...
A
A
A
"Bitcoin sedang mengalami validasi ulang sebagai aset safe haven. Ketika dunia dihantui inflasi, gejolak geopolitik, dan ketidakpastian suku bunga, justru BTC memperlihatkan ketahanannya. Ini bukan hanya tren, melainkan pergeseran paradigma," ujar Oscar.
Baca Juga: Profil Pendiri sekaligus CEO Indodax, Oscar Darmawan
Oscar menegaskan pergerakan harga kali ini tidak didorong oleh spekulasi ritel semata. Data menunjukkan bahwa investor institusi memainkan peran besar dalam penguatan harga Bitcoin, menandakan masuknya kripto ke fase adopsi yang lebih matang.
Selain Bitcoin, sejumlah aset kripto lainnya atau altcoin juga mengalami kenaikan. Ethereum naik 13% ke level USD1.790, Solana menguat 4,2% menjadi USD151 dan Polygon naik hingga 10% ke USD4,08.
Melihat tren ini, Oscar mengimbau investor ritel, khususnya di Indonesia, untuk tidak tergesa-gesa mengambil keuntungan jangka pendek. Ia menyarankan agar masyarakat mulai membangun strategi investasi jangka panjang berbasis kesabaran dan pemahaman fundamental.
"Jangan tergoda untuk panic selling saat harga naik. Justru sekarang adalah waktu untuk mempertahankan aset. Sejarah membuktikan bahwa mereka yang diamond hand, yang sabar dan tidak mudah tergoda adalah yang meraih keuntungan terbesar," kata Oscar.
Sejumlah lembaga keuangan internasional masih mempertahankan proyeksi harga Bitcoin yang ambisius. Standard Chartered memperkirakan harga Bitcoin bisa mencapai USD200.000 atau sekitar Rp3,37 miliar pada akhir 2025. Sementara itu, tokoh keuangan global Robert Kiyosaki memproyeksikan harga Bitcoin bisa menembus USD350.000 atau sekitar Rp5,9 miliar di tahun yang sama.
Baca Juga: Bitcoin Bangkit setelah Terpuruk, Siap Melaju Kencang di Kuartal Kedua 2025?
Baca Juga: Profil Pendiri sekaligus CEO Indodax, Oscar Darmawan
Oscar menegaskan pergerakan harga kali ini tidak didorong oleh spekulasi ritel semata. Data menunjukkan bahwa investor institusi memainkan peran besar dalam penguatan harga Bitcoin, menandakan masuknya kripto ke fase adopsi yang lebih matang.
Selain Bitcoin, sejumlah aset kripto lainnya atau altcoin juga mengalami kenaikan. Ethereum naik 13% ke level USD1.790, Solana menguat 4,2% menjadi USD151 dan Polygon naik hingga 10% ke USD4,08.
Melihat tren ini, Oscar mengimbau investor ritel, khususnya di Indonesia, untuk tidak tergesa-gesa mengambil keuntungan jangka pendek. Ia menyarankan agar masyarakat mulai membangun strategi investasi jangka panjang berbasis kesabaran dan pemahaman fundamental.
"Jangan tergoda untuk panic selling saat harga naik. Justru sekarang adalah waktu untuk mempertahankan aset. Sejarah membuktikan bahwa mereka yang diamond hand, yang sabar dan tidak mudah tergoda adalah yang meraih keuntungan terbesar," kata Oscar.
Proyeksi Harga
Sejumlah lembaga keuangan internasional masih mempertahankan proyeksi harga Bitcoin yang ambisius. Standard Chartered memperkirakan harga Bitcoin bisa mencapai USD200.000 atau sekitar Rp3,37 miliar pada akhir 2025. Sementara itu, tokoh keuangan global Robert Kiyosaki memproyeksikan harga Bitcoin bisa menembus USD350.000 atau sekitar Rp5,9 miliar di tahun yang sama.
Baca Juga: Bitcoin Bangkit setelah Terpuruk, Siap Melaju Kencang di Kuartal Kedua 2025?
Lihat Juga :