Mata Uang Asia Ramai-ramai Balik Melawan Dolar AS

Jum'at, 09 Mei 2025 - 18:40 WIB
loading...
Mata Uang Asia Ramai-ramai...
Gelombang aksi jual dolar di Asia menjadi peringatan buat greenback, setelah selama beberapa dekade aset Amerika Serikat (AS) menjadi pilihan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Gelombang aksi jual dolar di Asia menjadi peringatan buat greenback, setelah selama beberapa dekade aset Amerika Serikat (AS) menjadi pilihan. Penguatan dolar Taiwan meluas untuk mendorong lonjakan mata uang di Singapura, Korea Selatan, Malaysia, China dan Hong Kong.

Pergerakan tersebut menjadi alarm bagi dolar karena ada pergerakan arus modal ke ke Asia dalam skala besar, memberikan pertanda bahwa pilar utama yang menopang dolar sedang goyah.

Lonjakan 10% mata uang Taiwan dalam dua hari menjadi sinyal, diikuti penguatan dolar Hong Kong dan dolar Singapura telah melonjak mendekati level tertinggi dalam lebih dari satu dekade.

Baca Juga: Warren Buffett: Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka

"Bagi saya, hal ini memiliki nuansa krisis Asia yang mulai berbalik arah," kata Louis-Vincent Gave, pendiri Gavekal Research dalam sebuah podcast ketika menjelaskan kecepatan pergerakan mata uang.

Pada tahun 1997 dan 1998, pelarian modal menenggelamkan mata uang dari Thailand ke Indonesia dan Korea Selatan dan meninggalkan kawasan itu dalam krisis yang berkepanjangan. Sejak itu, negara-negara Asia berbalik memperkuat cadangan dolar dan menginvestasikannya dalam surat utang AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Rekomendasi
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Surat Al Waqiah, Amalan...
Surat Al Waqiah, Amalan Istimewa bagi Muslimah untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan Hidup
Gelar Nikah Massal,...
Gelar Nikah Massal, PGN Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan
Berita Terkini
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved