Wakaf Produktif Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Senin, 07 September 2020 - 23:55 WIB
loading...
Wakaf Produktif Ciptakan...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Program pembiayaan dari dana wakaf produktif yang tersalurkan melalui penggerak Social Trustfund (STF) Dompet Dhuafa bersama OK OCE Indonesia, membuka jalan untuk mencapai solusi ketahanan pangan.

Founder OK OCE Indonesia Sandiaga Uno mengatakan sektor pangan merupakan salah satu sektor yang masih bertahan di tengah pandemi Covid-19. Disaat jumlah pengangguran terus bertambah, namun sektor pertanian angkanya terus meningkat.

"Kita telah terbangun dari tidur nyenyak dan tingkat pengangguran naik. Sekitar 15 juta masyarakat kehilangan mata pencaharian. Namun, Alhamdulilah Pertanian masih tumbuh. Masih ada sektor yang menyumbang tenaga kerja terbesar. Seperti panen raya ini, ekonomi bergerak di desa," kata Sandi dalam webinar Wakaf Produktif Solusi di Tengah Krisis, bersama Dompet Dhuafa dan OK OCE Indonesia di Jakarta, Senin (7/9/2020).

Baca Juga: Asyik! Ngutang KUR Sekarang Bunganya Makin Ringan

Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya wakaf produktif, menjadi wujud nyata yang menjelaskan pahala dan amal, tidak habis, serta terus tumbuh. Selain hadirnya makanan dari pertanian, ada juga tumbuhnya lapangan kerja di tengah pandemi. "Ini kita dapat menyebutnya green jobs. Lapangan kerja berbasis pangan," jelas Sandi.

Ketua Yayasan DDR, Nasyith Majidi memaparkan bahwa di Indonesia, zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf) belum menjadi tradisi dalam pengelolaan produktif. Bukan hanya menggalakan wakaf produktif, namun juga mulai mengembangkan zakat produktif di Indonesia.

Menurutnya zakat produktif sangat layak dikembangkan di Indonesia dan menjadi salah satu instrumen dari solusi bagi penyelesaian atau jawaban beberapa persoalan perekonomian di Indonesia. Bahwa persoalan utama yang terjadi di petani adalah modal awal atau biaya yang terlalu besar.

"Dapat kita cari solusi dari zakat maupun wakaf produktif. Di pertanian Sukabumi sudah terlihat pengaplikasiannya. Adanya program di ketahanan pangan berbasis masyarakat pesantren kerjasama OK OCE dengan Dompet Dhuafa. Mudah-mudahan dapat mengkloningnya ke dalam program-program yang lebih besar," papar Nasyith Majidi.

Dia juga berharap, pemerintah dapat mengadopsi kerjasama dalam program ketahanan pangan tersebut. Keterlibatan private publik partnership bukan hanya untuk gerakan yang sifatnya sosial biasa, namun untuk gerakan-gerakan yang sifatnya untuk ketahanan ekonomi.

"Mudah-mudahan ke depan OK OCE bersama Dompet Dhuafa dapat membuat program-program yang lebih lagi sebagai solusi kebangsaan, solusi ketahanan pangan, solusi pemberdayaan ekonomi dan pada akhirnya kita menjadi bagian dari bangsa. Bukan hanya melihat persoalan, namun menjadi pengurai masalah," tambah Nasyith Majidi.

Dia juga berharap, kedepan akan lebih banyak lagi kolaborasi penggerak yang bergabung, seperti di sektor distribusi ada OK OCE Express, pemasaran hasil panen ada OK OCE DC, Sahara, PIN, Qopnet, dan lain-lain. Mengingat dua target utama program adalah penciptaan lapangan kerja. Dalam hal ini petani penggarap. Dari 50 hektar sawah, telah membuka lapangan kerja baru bagi 100 orang. Sebelumnya penghasilan mereka dengan sistem ijon sangat kecil atau bahkan tidak ada. Melalui program wakaf produktif, petani akan mendapat penghasilan Rp7-10 juta sekali panen.

Hal tersebut juga berdampak terhadap keluarga petani. Melalui program ini, tiap petani memiliki 5 anggota kelurga total yang terdampak sosial tersebut. Dari 100 petani dikali 5, akan ada 500 kepala keluarga taraf hidupnya meningkat. Tidak hanya itu, hal tersebut juga untuk menstabilkan harga di masyarakat, dengan memangkas sistem ijon dan kolaborasi antar penggerak. Langkah tersebut mampu memangkas tata niaga yang panjang dan merugikan. Sehingga harga beli ke petani sangat layak dan harga jual ke Masyarakat juga terjangkau.

Baca Juga: Segera Dilantik, Jokowi Pilih Anak Buah Luhut Jadi Bos LPS yang Baru

General Manager Pengembangan Wakaf Dompet Dhuafa, Bobby Manulang, turut memaparkan bahwa ini adalah nyata bahwa wakaf produktif secara langsung memberikan bukti. Salah satu ikhtiar kita mencapai ketahanan pangan nasional yakni panen di desa Cikangkung, Sukabumi. Wakaf produktif, identik dengan ide-ide kemanusiaan dan ekonomi.

Selain Wakaf produktif di pertanian, STF Dompet Dhuafa sebagai penggerak juga menyalurkan pembiayaan UMKM anggota OK OCE yang terhimpun dari dana Wakaf Produktif melalui program pendampingan. Sehingga akan semakin banyak yang terbantu dan berdaya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peluncuran BSPS 2026...
Peluncuran BSPS 2026 Jabar Awali Kolaborasi Strategis PKP, Pemprov, dan BJB
25.000 Paket Se’i...
25.000 Paket Se’i Ayam Disalurkan untuk Warga Pascabanjir di Aceh
Terbaru, Ini Syarat...
Terbaru, Ini Syarat dan Tahapan Pengajuan Pembebasan Fiskal Impor Hibah dan Bantuan Bencana
Sucor AM Salurkan 2.000...
Sucor AM Salurkan 2.000 Paket Bantuan Korban Bencana di Sumatera
Kementrans Salurkan...
Kementrans Salurkan Bantuan Warga Kawasan Transmigrasi Terdampak Bencana di Aceh
Danantara dan BRI Terjun...
Danantara dan BRI Terjun Langsung ke Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan dan Dukung Pemulihan Pascabencana
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Lindungi Aset Wakaf,...
Lindungi Aset Wakaf, Kemenag: 287.162 Bidang Tanah Umat Sudah Tersertifikasi
Program Penguatan PTS...
Program Penguatan PTS 2026 Diluncurkan, Daya Saing Lulusan Ditingkatkan
Rekomendasi
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved