Euro Bisa Menggulingkan Dolar AS saat Investor Global Ketar-ketir

Selasa, 27 Mei 2025 - 14:17 WIB
loading...
A A A
Sejak sanksi Barat diterapkan pada Rusia sebagai respons terhadap konflik Ukraina pada tahun 2022, Moskow dan mitra perdagangannya semakin menjauh dari euro dan dolar dengan memilih mata uang nasional. Data Rusia menunjukkan bahwa 90% perdagangan negara itu dengan anggota BRICS tahun lalu dilakukan dalam mata uang domestik.

Meskipun demikian, Lagarde mengingatkan, soal terbukanya "kesempatan utama" bagi euro untuk tumbuh dan memperkuat pengaruhnya, merujuk pada ketidakpastian kebijakan perdagangan di bawah Trump sebagai faktor kunci di balik kekhawatiran investor.

"Perubahan yang sedang berlangsung menciptakan kesempatan dan menjadi momen buat euro secara global. Tapi euro tidak akan mendapatkan pengaruhnya secara otomatis - ia harus memperolehnya," terang Lagarde.

Ditekankan juga oleh Lagarde bahwa untuk menutup kesenjangan dengan dolar, Uni Eropa perlu memperkuat single market, meningkatkan konsistensi hukum, dan mereformasi sistem keuangan domestiknya. Meningkatkan penggunaan euro dalam penagihan perdagangan internasional, tambahnya, juga akan membantu di samping meningkatkan mekanisme pembayaran lintas batas dan membangun dukungan likuiditas yang dipimpin oleh ECB.

Dia juga berpendapat bahwa pembiayaan bersama yang lebih besar – termasuk di bidang pertahanan – diperlukan untuk mendukung kedudukan euro. "Kita membutuhkan kemampuan militer yang lebih kuat jika kita ingin peran global untuk euro tumbuh," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Rekomendasi
Kontroversi Warnai Laga...
Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
Pelatih Korea Selatan...
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Negaranya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
Berita Terkini
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved