Bank Sentral Rusia Pangkas Suku Bunga untuk Pertama Kalinya Dalam 3 Tahun

Sabtu, 07 Juni 2025 - 09:32 WIB
loading...
Bank Sentral Rusia Pangkas...
Bank sentral Rusia menurunkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin menjadi 20%, untuk menjadi yang pertama kalinya sejak 2022. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bank sentral Rusia menurunkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin menjadi 20%, mengingat adanya pelambatan inflasi. Penurunan suku bunga ini untuk pertama kalinya sejak 2022, ketika regulator memulai kebijakan moneter agresif untuk menstabilkan ekonomi Rusia sebagai respons terhadap serangkaian sanksi Barat .

Dalam sebuah pernyataan pada akhir pekan, bank sentral mencatat bahwa “suku bunga yang tinggi telah menyebabkan pelambatan signifikan dalam inflasi.”

Baca Juga: Kondisi Ekonomi Rusia Lebih Buruk Daripada yang Dikatakan Moskow

Menurut Gubernur Elvira Nabiullina, regulator kini “lebih percaya diri” bahwa tren ini dapat bertahan. Dimana tingkat inflasi bulanan tahunan tercatat sebesar 7% pada bulan Maret, menurut Nabiullina, turun menjadi sekitar 6% pada bulan April.

Bank sentral menekankan bahwa pemotongan tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai awal dari siklus pelonggaran. Ia berjanji untuk "mempertahankan kondisi moneter seketat yang diperlukan" untuk mengembalikan inflasi ke target awal 4% pada tahun 2026.

Nabiullina memperingatkan, bahwa jika pertumbuhan inflasi kembali terjadi, bank mungkin akan menaikkan suku bunga acuan lagi. Sebagai respons terhadap sanksi yang dijatuhkan pada Rusia akibat konflik Ukraina pada Februari 2022, Bank Rusia menaikkan suku bunga dari 9,5% menjadi 20% untuk menstabilkan rubel dan mengendalikan inflasi.

Seiring dengan perbaikan kondisi, suku bunga tersebut diturunkan menjadi 7,5% pada September 2022. Namun, tekanan inflasi yang kembali muncul menyebabkan siklus pengetatan pada pertengahan 2023, dengan suku bunga memuncak pada 21% pada Oktober 2024.

Saat permintaan terus melebihi kapasitas domestik untuk memproduksi barang dan layanan yang cukup, ekonomi Rusia secara bertahap kembali ke jalur pertumbuhan yang stabil, tambah regulator.

Setelah mengalami kontraksi sebesar 1,2% pada tahun 2022, ekonomi Rusia tumbuh sebesar 3,6% pada tahun 2023 dan 4,1% pada tahun 2024, yang sebagian besar didukung oleh kebijakan bank sentral. Pertumbuhan diperkirakan akan moderat dalam beberapa tahun mendatang, dengan proyeksi pertumbuhan 1–2% pada tahun 2025 dan hingga 1,5% di 2026.

Para ahli menyambut langkah ini sebagai sinyal positif bagi ekonomi. “Ini akan menghidupkan kembali industri-industri kunci dan mengurangi biaya pinjaman,” kata Maxim Chirkov, profesor asosiasi di Universitas Manajemen Negara, kepada Izvestia.



Georgy Ostapkovich, direktur Pusat Penelitian Pasar di Universitas HSE, menyebut keputusan ini “logis dan sudah diharapkan,” meskipun dia mencatat bahwa efeknya akan membutuhkan waktu untuk terwujud. “Pemotongan suku bunga lebih lanjut menjadi 17–18% mungkin akan terjadi menjelang akhir tahun,” prediksinya.

Baca Juga: 103 Negara Berkumpul Memperkuat Kerja Sama Ekonomi Rusia dan Dunia Islam

Di pasar mata uang, ada ekspektasi optimis dengan sedikit hati-hati. Ekonom Financial University, Petr Shcherbachenko mengatakan kepada Lenta.ru bahwa penurunan inflasi yang berkelanjutan dapat mendukung kekuatan rubel dalam jangka panjang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Rekomendasi
Rossa Umumkan Asuh Anak...
Rossa Umumkan Asuh Anak Perempuan, Warganet Ikut Terharu
Kejati DKI Tahan 3 Tersangka...
Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kementerian PU
Makanan Panas Disantap...
Makanan Panas Disantap dengan Sendok Plastik, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved