Beban Sejarah Defisit Perdagangan dan Melemahnya Dolar AS

Selasa, 10 Juni 2025 - 09:53 WIB
loading...
A A A
Ditambah nafsu besar untuk aset AS dari luar negeri telah menjaga aliran modal tetap masuk ke dalam negeri. Satu-satunya pengecualian terjadi pada kuartal ketiga tahun 1980, ketika AS mencatatkan surplus perdagangan tipis sebesar 0,2% dari PDB, dan perdagangan hampir seimbang, tapi hanya sebentar yakni di 1982 dan 1991-92.

Namun, periode-periode ini semuanya bertepatan dengan - atau merupakan akibat dari - perlambatan tajam dalam aktivitas ekonomi AS yang pada akhirnya berakhir dalam resesi. Seiring menyusutnya pertumbuhan, permintaan impor menurun dan defisit perdagangan menyempit. Dolar hanya memainkan peran signifikan, salah satu dari mereka.

Pada tahun 1987, defisit perdagangan mencapai 3,1% dari PDB yang merupakan rekor saat itu. Namun, hampir menghilang pada awal 1990-an, akibat sebagian besar karena devaluasi dolar sebesar 50% dari 1985-87, penyusutan terbesar yang pernah ada.

Penurunan tiga tahun itu dipercepat oleh Plaza Accord pada bulan September 1985, respons terkoordinasi antara kekuatan ekonomi dunia untuk melemahkan dolar setelah kenaikan parabolisnya pada paruh pertama tahun 1980-an.

Tetapi hal itu tidak berarti depresiasi besar selalu berbarengan dengan pengurangan dalam defisit perdagangan. Penurunan terbesar kedua dolar adalah penurunan 40% antara tahun 2002 dan pertengahan 2008, tepat sebelum Lehman Brothers bangkrut.

Namun, defisit perdagangan AS sebenarnya melebar sepanjang periode itu, mencapai rekor 6% dari PDB pada tahun 2005. Meskipun telah menyusut lebih dari tiga poin secara persentase pada tahun 2009, namun itu lebih disebabkan jatuhnya impor selama Resesi Hebat daripada nilai tukar.

Dua episode depresiasi dolar yang dalam dan berkepanjangan ini menjadi menonjol karena selama 50 tahun terakhir, indeks dolar hanya mengalami dua penurunan lainnya yang melebihi 20%, yaitu pada 1977-78 dan awal 1990-an, serta beberapa penurunan lain antara 15-20%. Tidak satu pun memiliki dampak yang terlihat pada neraca perdagangan AS.

Defisit Menjadi Hilang?

Pemerintahan AS benar bahwa dolar secara historis menguat menurut beberapa ukuran. Mengingat bahwa Presiden Trump dan Menteri Keuangan Scott Bessent tampaknya bertekad untuk menyeimbangkan perdagangan global, tapi tekanan terhadap dolar tampaknya tidak akan menghilang dalam waktu dekat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Rekomendasi
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved