Bappenas: Fortifikasi Pangan Jadi Salah Satu Investasi Pembangunan SDM
Jum'at, 13 Juni 2025 - 17:05 WIB
loading...
A
A
A
"Kami juga harapkan partisipasinya dalam ruang dialog sehingga kebijakan yang disiapkan tidak hanya bersifat instruktif tetapi juga partisipatif dan berorientasi pada solusi yang ditopang komitmen nyata pelaku industri dan mitra usaha sebagai ujung tombak fortifikasi pangan," paparnya.
Direktur Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI), Nina Sardjunani mengatakan, pihaknya dan TechnoServe bekerja sama atas dasar kesamaan kepentingan yakni memastikan semua pangan yang difortifikasi diproduksi secara berkelanjutan dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI)
"KFI dan TechnoServe melalui program Millers for Nutrition akan melakukan upaya berkelanjutan menjaga konsistensi kebijakan fortifikasi pangan wajib dan kualitas implementasinya," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Senior Practice Lead TechnoServe & Program Lead Millers for Nutrition Asia, Monojit Indra mengatakan, Millers for Nutrition memiliki konsep yang unik yakni sebagai solusi transformatif melalui kolaborasi publik dan swasta dengan membangun koalisi dengan pelaku usaha tepung terigu, beras dan minyak goreng.
"Kami ingin membantu memecahkan masalah terkait produksi, terkait regulasi yang dihadapi pelaku usaha dalam hal fortifikasi pangan. Untuk menyelesaikan masalah ini kami melakukan kerja sama strategis dengan para pakar kelas dunia dalam hal fortifikasi pangan," ujarnya.
Monojit menjelaskan, Millers for Nutrition dimulai pada 2023 lalu yang didanai oleh Gates Foundation. Program ini telah berjalan di 8 negara yakni India, Indonesia, Banglades, Pakistan, Kenya, Etopia, Tanzania dan Nigeria.
Melalui program ini, TechnoServe memasang target ambisius yakni 1 miliar orang mendapatkan makanan pokok yang terfortifikasi secara memadai pada 2026. "Target yang sangat berat tapi kami berharap dengan kemitraan yang tepat, kami dapat mencapai target itu," paparnya.
Presiden Direktur PT Bungasari Flour Mills Indonesia, Budianto Wijaya menambahkan, kehadiran Millers for Nutrition diharapkan dapat membantu menanggulangi permasalahan kekurangan mikronutrien di Indonesia.
Direktur Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI), Nina Sardjunani mengatakan, pihaknya dan TechnoServe bekerja sama atas dasar kesamaan kepentingan yakni memastikan semua pangan yang difortifikasi diproduksi secara berkelanjutan dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI)
"KFI dan TechnoServe melalui program Millers for Nutrition akan melakukan upaya berkelanjutan menjaga konsistensi kebijakan fortifikasi pangan wajib dan kualitas implementasinya," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Senior Practice Lead TechnoServe & Program Lead Millers for Nutrition Asia, Monojit Indra mengatakan, Millers for Nutrition memiliki konsep yang unik yakni sebagai solusi transformatif melalui kolaborasi publik dan swasta dengan membangun koalisi dengan pelaku usaha tepung terigu, beras dan minyak goreng.
"Kami ingin membantu memecahkan masalah terkait produksi, terkait regulasi yang dihadapi pelaku usaha dalam hal fortifikasi pangan. Untuk menyelesaikan masalah ini kami melakukan kerja sama strategis dengan para pakar kelas dunia dalam hal fortifikasi pangan," ujarnya.
Monojit menjelaskan, Millers for Nutrition dimulai pada 2023 lalu yang didanai oleh Gates Foundation. Program ini telah berjalan di 8 negara yakni India, Indonesia, Banglades, Pakistan, Kenya, Etopia, Tanzania dan Nigeria.
Melalui program ini, TechnoServe memasang target ambisius yakni 1 miliar orang mendapatkan makanan pokok yang terfortifikasi secara memadai pada 2026. "Target yang sangat berat tapi kami berharap dengan kemitraan yang tepat, kami dapat mencapai target itu," paparnya.
Presiden Direktur PT Bungasari Flour Mills Indonesia, Budianto Wijaya menambahkan, kehadiran Millers for Nutrition diharapkan dapat membantu menanggulangi permasalahan kekurangan mikronutrien di Indonesia.
Lihat Juga :