Bagaimana Perang Israel-Iran Mempengaruhi Harga Energi, Begini Penjelasannya
Minggu, 15 Juni 2025 - 22:40 WIB
loading...
A
A
A
"Bagaimana pun Anda melihatnya, ini menjadi sentimen negatif dalam jangka pendek, serta dampak negatif dalam jangka panjang," paparnya.
Baca Juga: Rp708 Juta per Jam, Inilah Biaya Operasional Jet Tempur F-35 Israel Sekali Terbang
Hal ini menjadi pukulan lain terhadap stabilitas tatanan ekonomi global yang dipimpin AS di saat sudah banyak pertanyaan yang ada. Ekonomi Kapital menghitung bahwa jika harga minyak kembali di atas USD100 per barel, hal itu bisa menambah 1% pada inflasi di negara-negara maju, membuat hidup menjadi lebih sulit bagi bank sentral yang berharap bisa menurunkan suku bunga.
Tapi itu bukan skenario yang paling mungkin menurut proyeksi David Oxley. "Ketidakstabilan di Timur Tengah bukanlah hal baru, kita telah melihat banyak sekali kejadian seperti itu," katanya.
"Dalam waktu seminggu, semuanya mungkin sudah mereda."
Baca Juga: Rp708 Juta per Jam, Inilah Biaya Operasional Jet Tempur F-35 Israel Sekali Terbang
Hal ini menjadi pukulan lain terhadap stabilitas tatanan ekonomi global yang dipimpin AS di saat sudah banyak pertanyaan yang ada. Ekonomi Kapital menghitung bahwa jika harga minyak kembali di atas USD100 per barel, hal itu bisa menambah 1% pada inflasi di negara-negara maju, membuat hidup menjadi lebih sulit bagi bank sentral yang berharap bisa menurunkan suku bunga.
Tapi itu bukan skenario yang paling mungkin menurut proyeksi David Oxley. "Ketidakstabilan di Timur Tengah bukanlah hal baru, kita telah melihat banyak sekali kejadian seperti itu," katanya.
"Dalam waktu seminggu, semuanya mungkin sudah mereda."
(akr)
Lihat Juga :