Menakar Efek Perang Iran vs Israel ke Ekonomi: Merusak Ekspor dan Kerek Tarif 50%
Senin, 16 Juni 2025 - 16:02 WIB
loading...
A
A
A
"Kapal-kapal dagang akan kembali menghindari Laut Merah yang akan menyebabkan peningkatan biaya pengiriman yang harus ditanggung oleh para pedagang. Jika perang berlangsung lebih dari seminggu, itu bisa mendorong tarif pengiriman naik sekitar 50%," tambahnya.
Sebelumnya serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 lalau, telah menghentikan pergerakan kargo melalui rute Laut Merah akibat serangan pemberontak Houthi terhadap pengiriman komersial. Setelah AS melakukan intervensi lewat serangan balik terhadap pemberontak, tembakan terhadap kapal-kapal komersial mulai berhenti.
"Semua tergantung pada apakah konflik tetap terlokalisasi atau meluas yang mencakup negara-negara lain. Dampaknya pertama kali akan dirasakan pada harga minyak mentah global," kata Direktur Jenderal FIEO, Ajay Sahai.
Selain jalur Laut Merah, kali ini transisi melalui Selat Hormuz juga menjadi faktor lain yang mempengaruhi perdagangan energi dunia. Selat Hormuz, yang terletak antara Oman dan Iran, menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.
Sekitar 21% dari konsumsi petroleum global melewati jalur tersebut. China, India, Jepang, dan Korea Selatan adalah tujuan utama untuk minyak mentah yang melewati Selat tersebut, Oman juga menggunakan jalur ini untuk menyuplai gas alam cair ke India.
Hanya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang memiliki pipa operasional yang bisa menghindari Selat Hormuz. Tahun lalu, situasi di sekitar Selat Bab-el-Mandeb, jalur pengiriman penting yang menghubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania ke Samudra Hindia, terganggu akibat serangan militan Houthi yang berbasis di Yaman.
Sekitar 80% perdagangan barang India dengan Eropa melewati Laut Merah dan perdagangan substansial dengan AS juga mengambil rute ini. Kedua wilayah menyumbang 34% dari total ekspor negara tersebut.
Sebelumnya serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 lalau, telah menghentikan pergerakan kargo melalui rute Laut Merah akibat serangan pemberontak Houthi terhadap pengiriman komersial. Setelah AS melakukan intervensi lewat serangan balik terhadap pemberontak, tembakan terhadap kapal-kapal komersial mulai berhenti.
"Semua tergantung pada apakah konflik tetap terlokalisasi atau meluas yang mencakup negara-negara lain. Dampaknya pertama kali akan dirasakan pada harga minyak mentah global," kata Direktur Jenderal FIEO, Ajay Sahai.
Selain jalur Laut Merah, kali ini transisi melalui Selat Hormuz juga menjadi faktor lain yang mempengaruhi perdagangan energi dunia. Selat Hormuz, yang terletak antara Oman dan Iran, menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.
Sekitar 21% dari konsumsi petroleum global melewati jalur tersebut. China, India, Jepang, dan Korea Selatan adalah tujuan utama untuk minyak mentah yang melewati Selat tersebut, Oman juga menggunakan jalur ini untuk menyuplai gas alam cair ke India.
Hanya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang memiliki pipa operasional yang bisa menghindari Selat Hormuz. Tahun lalu, situasi di sekitar Selat Bab-el-Mandeb, jalur pengiriman penting yang menghubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania ke Samudra Hindia, terganggu akibat serangan militan Houthi yang berbasis di Yaman.
Sekitar 80% perdagangan barang India dengan Eropa melewati Laut Merah dan perdagangan substansial dengan AS juga mengambil rute ini. Kedua wilayah menyumbang 34% dari total ekspor negara tersebut.
Lihat Juga :