CNG PGN Penuhi Kebutuhan Energi Horeka sekaligus Kurangi Beban Keuangan Negara

Selasa, 05 Agustus 2025 - 22:12 WIB
loading...
CNG PGN Penuhi Kebutuhan...
CNG Market Day sekaligus ground breaking infrastruktur LNG Hub PGN di Kebonwaru, Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/8). FOTO/dok.SindoNews
A A A
BANDUNG - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperluas penggunaan produk CNG (Compressed Natural Gas) dalam rangka mengoptimalkan gas dalam negeri. Di daerah yang belum terhubung infrastruktur gas pipa, pemanfaatan produk ini akan mendukung kebutuhan energi para pelaku usaha serta mendukung terwujudnya ketahanan energi nasional.

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, mengatakan CNG merupakan alternatif sekaligus solusi di tengah dominasi penggunaan produk LPG (elpiji) di tengah masyarakat. Sebagaimana diketahui, sekitar 80% kebutuhan elpiji di dalam negeri dipenuhi dari impor. "Maka ada devisa keluar," ungkapnya saat menghadiri CNG Market Day sekaligus ground breaking infrastruktur LNG Hub PGN di Kebonwaru, Bandung, Jawa Barat, dalam keterangannya, Selasa (5/8).

Baca Juga: Perajin Patung Relief Kawasan Gasblock PGN Karangrejo Makin Cuan di Suadesa Festival 2025

Ditambah lagi, dari total elpiji impor, sekitar 90% di antaranya merupakan elpiji bersubsidi dalam bentuk tabung ukurang 3 kilogram (kg). "Maka beban keuangan negara untuk subsidi elpiji itu luar biasa besarnya," imbuhnya.

Maka Arief menegaskan, penggunaan CNG yang bersumber dari gas di dalam negeri pada satu sisi akan membantu mengurangi beban keuangan negara. ”CNG ini penting. Jadi kita tentunya berharap membantu pemerintah, bekerjasama dengan pelanggan mengurangi devisa pembelian elpiji dari luar. Artinya, saving devisa negara,” jelasnya.

Di sisi lain pada saat yang sama, kehadiran CNG membantu kebutuhan energi para pelanggan dari sektor usaha seperti Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka). Selain keunggulan aspek keamanan, kualitas produk ini juga akan membantu meningkatkan efektifitas dan efisiensi bisnis para pelaku usaha.

"Seandainya ada dari sektor ini yang menggunakan produk elpiji bersubsidi maka penggunaan produk CNG akan mengurangi beban subsidi dari pemerintah yang artinya kita juga membantu menguatkan struktur APBN kita dan menjadi bagian dari penguatan ketahanan energi nasional,” ucap Arief.

Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) Santiaji Gunawan mengatakan CNG sangat strategis memenuhi kebutuhan energi di daerah wisata seperti Bandung. Terutama untuk sektor Horeka, Rumah Sakit, dan beberapa lainnya.

"Jadi kenapa kita masuk Bandung? Bandung itu kota wisata. Jadi kami mengharapkan bahwa Bandung itu sebagai kota wisata yang punya Smart City. Smart City artinya green, ya green city. Kita tahu, gas bumi merupakan energi bersih dan strategis dalam menuju Net Zero Emission," ujarnya.

Baca Juga: PGN Bangun WiFi Corner di Unsri, Tingkatkan Akses Digital

Selain itu, CNG mempunyai tingkat efisiensi yang lebih tinggi. Mencapai sekitar 15% sampai 20% tingkat efisiensi dibandingkan penggunaan elpiji. Kesadaran akan sejumlah keunggulan produk ini diharapkan memacu para pelaku usaha terutama sektor Horeka untuk mulai mengoptimalkan kehadiran CNG.

"Untuk kebutuhan yang lebih besar tentu tidak mencukupi jika dari CNG. Maka kita punya LNG dan untuk itu lah kita membangun LNG Hub di Bandung," imbuhnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Belasan UMKM di Tangerang...
Belasan UMKM di Tangerang Dapat Bantuan Modal Usaha
Rekomendasi
Kontroversi VAR! Kane...
Kontroversi VAR! Kane Gagal Dapat Penalti, Alan Shearer Naik Pitam
Seskab Teddy Ungkap...
Seskab Teddy Ungkap Program Magang Nasional Rangkul Difabel, Pengamat: Terobosan Paling Progresif
Rekomendasi Judul Microdrama...
Rekomendasi Judul Microdrama China di V+Short, Ceritanya Singkat tapi Bikin Nagih
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved