Tarif Trump Tak Akan Cukup Bayar Utang Rp603.174 Triliun, AS Bakal Krisis?
Senin, 18 Agustus 2025 - 07:47 WIB
loading...
A
A
A
Tentu saja, Gedung Putih bisa melunasi sebagian utangnya dan mengurangi pembayaran bunga dengan mengarahkan pendapatan tarif langsung ke neraca keuangan. Pemerintah memiliki sejumlah cara untuk melunasi utang, baik dengan melunasi obligasi pada saat jatuh tempo alih-alih memperpanjangnya, atau meluncurkan skema pembelian kembali untuk melunasi obligasi dan mengurangi total utang yang beredar.
Tapi sepertinya Gedung Putih belum menerapkan rencana untuk opsi yang terakhir. Jadwal tentatif pembelian kembali untuk Agustus 2025 menunjukkan bahwa Kementerian Keuangan bermaksud menghabiskan hampir USD40 miliar untuk membeli kembali berbagai jenis dan rentang jatuh tempo sekuritas.
Namun dibandingkan dengan jadwal serupa dari Agustus tahun lalu, ini USD10 miliar lebih sedikit daripada yang dihitung oleh pemerintahan Biden. Melihat ke depan, jika tim Trump berencana untuk menghabiskan sekitar USD30 miliar per bulan untuk mengurangi utang nasional, itu akan menghasilkan pembayaran besar mencapai USD360 miliar dalam setahun. Angka ini kurang dari 1% dari utang nasional Amerika.
Bagi mereka yang optimistis meyakini ekonomi AS tidak akan kesulitan membayar utang nasional. Ada beberapa alasan, pertama yakni pasar obligasi merupakan bagian inti dari ekonomi. Kedua, AS dapat tumbuh untuk keluar dari masalah default atau krisis utang, dan negara mengontrol nasibnya sendiri karena bank sentral memiliki kemampuan untuk meringankan biaya pinjaman.
Dan presiden sendiri jelas menyadari masalah ini, mendorong efisiensi dan pemotongan biaya untuk mengurangi defisit. Satu-satunya masalah adalah, para ekonom tidak dapat memahami matematikanya.
Baca Juga: Membaca Kematian Dolar dan Tumpukan Utang AS Rp591.735 Triliun, Seberapa Gawat?
Tapi sepertinya Gedung Putih belum menerapkan rencana untuk opsi yang terakhir. Jadwal tentatif pembelian kembali untuk Agustus 2025 menunjukkan bahwa Kementerian Keuangan bermaksud menghabiskan hampir USD40 miliar untuk membeli kembali berbagai jenis dan rentang jatuh tempo sekuritas.
Namun dibandingkan dengan jadwal serupa dari Agustus tahun lalu, ini USD10 miliar lebih sedikit daripada yang dihitung oleh pemerintahan Biden. Melihat ke depan, jika tim Trump berencana untuk menghabiskan sekitar USD30 miliar per bulan untuk mengurangi utang nasional, itu akan menghasilkan pembayaran besar mencapai USD360 miliar dalam setahun. Angka ini kurang dari 1% dari utang nasional Amerika.
Bagi mereka yang optimistis meyakini ekonomi AS tidak akan kesulitan membayar utang nasional. Ada beberapa alasan, pertama yakni pasar obligasi merupakan bagian inti dari ekonomi. Kedua, AS dapat tumbuh untuk keluar dari masalah default atau krisis utang, dan negara mengontrol nasibnya sendiri karena bank sentral memiliki kemampuan untuk meringankan biaya pinjaman.
Peringatan
Namun peringatan datang dari beberapa sudut ekonomi yang paling signifikan. Di sektor swasta, CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, percaya bahwa Amerika sedang menuju krisis yang dapat diprediksi; di sektor publik, ketua Fed Jerome Powell percaya sudah saatnya untuk melakukan "percakapan dewasa" mengenai utang.Dan presiden sendiri jelas menyadari masalah ini, mendorong efisiensi dan pemotongan biaya untuk mengurangi defisit. Satu-satunya masalah adalah, para ekonom tidak dapat memahami matematikanya.
Baca Juga: Membaca Kematian Dolar dan Tumpukan Utang AS Rp591.735 Triliun, Seberapa Gawat?
Lihat Juga :