Kementerian Lingkungan Hidup Mendorong Produsen Menangani Sampah Kemasan Paska Konsumsi
Rabu, 27 Agustus 2025 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
“Kami berupaya untuk mendorong inisiatif keberlanjutan di tahun pertama operasionalnya di 2025 ini melalui kolaborasi multipihak untuk melakukan pengumpulan dan daur ulang kemasan paska konsumsi. Kami terus berupaya mendorong penggunaan listrik terbarukan, memperkuat praktik pengelolaan dan daur ulang air, serta melakukan penanganan dan segregasi sampah yang di hasilkan dalam proses produksi -baik itu plastik dan logam hingga karton, kertas, dan kaca- dengan tetap memastikan bahan berbahaya dikelola secara bertanggung jawab sesuai standar pemerintah," tutur Gabrielle.
Baca Juga: Keren, Wirausaha Sosial Ini Olah 400 Ton Sampah Kemasan Sachet jadi Bernilai Tambah
Sementara Agus Rusly, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan (BPLH) Republik Indonesia, menyoroti perkembangan implementasi kebijakan kewajiban produsen dalam pengurangan sampah di Indonesia, termasuk tantangan di lapangan dan proses penguatan guna menghadapi tantangan tersebut serta pentingnya kolaborasi multisektor dalam implementasi EPR menuju penerapan ekonomi sirkular.
“Pemerintah tidak bisa melakukan ini sendirian, kami membutuhkan dukungan semua pihak, khususnya upaya dan tanggung jawab produsen dalam pengurangan sampah untuk mewujudkan praktik ekonomi sirkular Indonesia secara berkelanjutan. Inisiatif yang dilakukan oleh PepsiCo Indonesia, IPRO dan BWC layak kami apresiasi dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi produsen lain,” ucap Agus.
Baca Juga: Keren, Wirausaha Sosial Ini Olah 400 Ton Sampah Kemasan Sachet jadi Bernilai Tambah
Sementara Agus Rusly, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan (BPLH) Republik Indonesia, menyoroti perkembangan implementasi kebijakan kewajiban produsen dalam pengurangan sampah di Indonesia, termasuk tantangan di lapangan dan proses penguatan guna menghadapi tantangan tersebut serta pentingnya kolaborasi multisektor dalam implementasi EPR menuju penerapan ekonomi sirkular.
“Pemerintah tidak bisa melakukan ini sendirian, kami membutuhkan dukungan semua pihak, khususnya upaya dan tanggung jawab produsen dalam pengurangan sampah untuk mewujudkan praktik ekonomi sirkular Indonesia secara berkelanjutan. Inisiatif yang dilakukan oleh PepsiCo Indonesia, IPRO dan BWC layak kami apresiasi dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi produsen lain,” ucap Agus.
(akr)
Lihat Juga :