DPR Ungkap Nasib Revisi UU Migas, Tinggal Tunggu Persetujuan Pemerintah
Kamis, 18 September 2025 - 21:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Krisis Pasokan Energi Ancam Asia Pasifik, Indonesia Perlu Antisipasi
Ia menegaskan, RUU EBT juga berperan penting dalam memperluas akses listrik, khususnya di kawasan timur Indonesia yang masih bergantung pada pembangkit diesel berbiaya tinggi. Dengan aturan baru, diharapkan daerah terpencil bisa menikmati energi lebih murah dan ramah lingkungan.
Tidak hanya itu, DPR juga menempatkan RUU Perubahan Iklim dalam daftar prioritas. Regulasi ini akan mengatur skema insentif, disinsentif, carbon offset, hingga carbon trading untuk memperkuat upaya pengendalian emisi.
Dia menekankan, penyelesaian revisi UU Migas dan RUU EBT akan menjadi tonggak penting dalam mendukung transisi energi nasional. "Kalau dunia tidak sedang perang, fokus global saat ini memang transisi energi. Itu sebabnya saat Indonesia menjadi tuan rumah G20 di Bali, tema utamanya adalah energy transition," pungkasnya.
Ia menegaskan, RUU EBT juga berperan penting dalam memperluas akses listrik, khususnya di kawasan timur Indonesia yang masih bergantung pada pembangkit diesel berbiaya tinggi. Dengan aturan baru, diharapkan daerah terpencil bisa menikmati energi lebih murah dan ramah lingkungan.
Tidak hanya itu, DPR juga menempatkan RUU Perubahan Iklim dalam daftar prioritas. Regulasi ini akan mengatur skema insentif, disinsentif, carbon offset, hingga carbon trading untuk memperkuat upaya pengendalian emisi.
Dia menekankan, penyelesaian revisi UU Migas dan RUU EBT akan menjadi tonggak penting dalam mendukung transisi energi nasional. "Kalau dunia tidak sedang perang, fokus global saat ini memang transisi energi. Itu sebabnya saat Indonesia menjadi tuan rumah G20 di Bali, tema utamanya adalah energy transition," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :