Jelang PSBB Jakarta, Wishnutama Minta Pelaku Parekraf Diberi Ruang untuk Tetap Produktif
Minggu, 13 September 2020 - 08:08 WIB
loading...
Menparekraf Wishnutama berbincang dengan pekerja hotel saat meninjau penerapan protokol kesehatan di perhotelan. Foto/Dok Kemenparekraf
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menegaskan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) harus tetap mendapat ruang untuk produktif bahkan saat dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Pihaknya memahami rencana Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI Jakarta untuk kembali memberlakukan PSBB meski hal tersebut berdampak besar bagi sektor parekraf.
"Kami sangat memahami keputusan yang diambil dalam pemberlakuan kembali PSBB sebagai upaya pengendalian terhadap penyebaran virus COVID-19," ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2020). (Baca juga: PSBB Total Diterapkan, Warga Tak Perlu Urus Surat Izin Keluar Masuk DKI )
Pemberlakuan PSBB tentu akan memiliki dampak yang besar, termasuk terhadap sektor parekraf yang pelan-pelan sedang berupaya untuk bangkit. Salah satu yang terdampak adalah bioskop yang dipastikan batal dibuka dalam waktu dekat.
Lebih lanjut, Wishnutama meminta pihak terkait termasuk pemerintah daerah agar tetap memberikan ruang bagi pelaku parekraf untuk produktif.
Pihaknya memahami rencana Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI Jakarta untuk kembali memberlakukan PSBB meski hal tersebut berdampak besar bagi sektor parekraf.
"Kami sangat memahami keputusan yang diambil dalam pemberlakuan kembali PSBB sebagai upaya pengendalian terhadap penyebaran virus COVID-19," ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2020). (Baca juga: PSBB Total Diterapkan, Warga Tak Perlu Urus Surat Izin Keluar Masuk DKI )
Pemberlakuan PSBB tentu akan memiliki dampak yang besar, termasuk terhadap sektor parekraf yang pelan-pelan sedang berupaya untuk bangkit. Salah satu yang terdampak adalah bioskop yang dipastikan batal dibuka dalam waktu dekat.
Lebih lanjut, Wishnutama meminta pihak terkait termasuk pemerintah daerah agar tetap memberikan ruang bagi pelaku parekraf untuk produktif.
Lihat Juga :