59 Negara Larang Masuk WNI, Kiriman Duit 'Pahlawan Devisa' Bisa Anjlok

Senin, 14 September 2020 - 14:28 WIB
loading...
59 Negara Larang Masuk...
Larangan WNI ke 59 negara bisa bikin penerimaan devisa turun. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ekonom Indef Bhima Yudistira menegaskan dampak larangan Warga Negara Indonesia (WNI) ke 59 negara akibat dari buruknya penanganan Covid-19 di RI tidak bisa dianggap remeh pemerintah. Imbasnya tidak main-main karena bisa menurunkan penerimaan devisia dari pahlawan devisa (Tenaga Kerja Indonesia/TKI) yang bekerja di luar negeri.

"Dampak akan terasa pada tiga hal. Pertama, pemasukan devisa dari wisatawan mancanegara mengalami penurunan tajam. Imbasnya ke devisa TKI akan anjlok dan kiriman remitansi ke keluarga di Indonesia juga akan menurun," kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (14/9/2020).

Baca Juga: Persiapan Membuka Kembali Penempatan 'Pahlawan Devisa' ke Luar Negeri

Dia merinci TKI berjumlah 3,2 juta orang yang menyumbang sekitar USD12,6 miliar pada tahun 2019 dan akan terjsdi penuran hasil devisa. Sementara itu tingkat pengangguran di kantong kantong pekerja migran meningkat sebabkan kemiskinan baru. "TKI jadi susah masuk dan mencari pendapatan di negara penempatan. Bersiap untuk kehilangan banyak devisa," jelasnya.

Baca Juga: PSBB Jakarta Berlaku Hari ini, Bank Mandiri Kalang Kabut Sesuaikan Jadwal Operasi

Dia menambahkan dengan adanya larangan WNI ke 59 negara akan membuat pemulihan pariwisata diperkirakan berjalan lebih lama. Serta tehambatnya arus masuk Warga Negara Asing dari negara asal investasi membuat keputusan investasi akan ditunda sementara. "Ini pastinya berpengaruh pada kinerja investasi hingga tahun depan," tandasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Bagikan Pangan Gratis...
Bagikan Pangan Gratis dan Gelar Senam Sehat, MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Angkat Program Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Berita Terkini
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Infografis
3 Negara yang Asetnya...
3 Negara yang Asetnya Disita China Karena Tidak Bisa Bayar Utang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved