Shutdown AS Berakhir, Harga Bitcoin Tergelincir di Bawah USD100.000
Sabtu, 15 November 2025 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Penerimaan Pajak Kripto Tembus Rp1,71 Triliun, Indodax Setor Rp297,09 Miliar
Ia menambahkan, sinyal pemangkasan suku bunga The Fed di bulan Desember nantinya bisa menjadi titik balik penting. Perubahan arah kebijakan moneter tersebut berpotensi membuka ruang pemulihan harga di pasar kripto global. Antony juga menegaskan bahwa ketidakpastian kebijakan suku bunga masih menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan Bitcoin.
Selain faktor suku bunga, shutdown yang berkepanjangan telah mengganggu proses pengumpulan data ekonomi penting, termasuk Consumer Price Index (CPI) dan laporan pekerjaan (nonfarm payrolls) untuk Oktober 2025 yang seharusnya dirilis pada November 2025. Kelangkaan data ini turut menyulitkan pasar dalam membaca kondisi ekonomi terkini.
Data inflasi terakhir yang tersedia menunjukkan tekanan harga masih membayangi. Tingkat inflasi tahunan AS naik menjadi 3% pada September 2025, tertinggi sejak Januari, dari posisi 2,9% pada Agustus. Angka ini sedikit di bawah perkiraan pasar sebesar 3,1%. Data CPI September ini pun menjadi acuan utama The Fed mengingat tertundanya perilisan data terbaru.
Baca Juga: Donald Trump Akhiri Shutdown Terlama dalam Sejarah AS
Ia menambahkan, sinyal pemangkasan suku bunga The Fed di bulan Desember nantinya bisa menjadi titik balik penting. Perubahan arah kebijakan moneter tersebut berpotensi membuka ruang pemulihan harga di pasar kripto global. Antony juga menegaskan bahwa ketidakpastian kebijakan suku bunga masih menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan Bitcoin.
Selain faktor suku bunga, shutdown yang berkepanjangan telah mengganggu proses pengumpulan data ekonomi penting, termasuk Consumer Price Index (CPI) dan laporan pekerjaan (nonfarm payrolls) untuk Oktober 2025 yang seharusnya dirilis pada November 2025. Kelangkaan data ini turut menyulitkan pasar dalam membaca kondisi ekonomi terkini.
Data inflasi terakhir yang tersedia menunjukkan tekanan harga masih membayangi. Tingkat inflasi tahunan AS naik menjadi 3% pada September 2025, tertinggi sejak Januari, dari posisi 2,9% pada Agustus. Angka ini sedikit di bawah perkiraan pasar sebesar 3,1%. Data CPI September ini pun menjadi acuan utama The Fed mengingat tertundanya perilisan data terbaru.
Baca Juga: Donald Trump Akhiri Shutdown Terlama dalam Sejarah AS
Lihat Juga :