Bisnis dengan Iran, Siap-siap! Bakal Kena Tarif Trump 25%

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:57 WIB
loading...
A A A
Bentrokan dilaporkan telah menewaskan ratusan orang, dengan banyak masjid, pusat medis, dan bangunan pemerintah dibakar. Dalam sebuah pertemuan dengan diplomat asing di Teheran pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyajikan apa yang ia gambarkan sebagai bukti luas keterlibatan AS dan Israel.



Ia menuduh bahwa penyusup yang didukung asing, termasuk operasi Mossad yang berbicara bahasa Farsi berada di antara para pengunjuk rasa dengan perintah untuk menembak warga sipil dan pasukan keamanan guna menciptakan kekacauan dan alasan hadirnya intervensi asing.

Baca Juga: Ekspor Gas Rusia ke China Melonjak 25%, Moskow Perkuat Penetrasi Pasar Asia

Sejak kembali menjabat tahun lalu, Trump terus meningkatkan tekanan terhadap Iran. Pada bulan Juni, AS bergabung dalam serangan Israel terhadap beberapa situs nuklir terbesar Iran setelah menuduhnya mengejar senjata nuklir– tuduhan yang dibantah Teheran, yang bersikeras bahwa programnya sepenuhnya bersifat damai.

Secara bersamaan, presiden AS telah menjalankan perang tarif terhadap pesaing ekonomi maupun sekutu, menuduh mereka memanfaatkan pasar AS. Trump sebelumnya sempat mengemukakan gagasan untuk memberikan sanksi kepada mitra dagang Rusia di tengah frustrasi atas terhentinya upaya perdamaian Ukraina, tetapi sejauh ini ia belum melangkah lebih jauh selain memberlakukan tarif tambahan 25%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Negosiasi Damai AS-Iran...
Negosiasi Damai AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Terkerek Lebih dari 1%
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Rekomendasi
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved