ADB Beberkan Strategi Jitu Pulihkan Ekonomi RI Jangka Pendek dan Menengah

Rabu, 16 September 2020 - 20:21 WIB
loading...
ADB Beberkan Strategi...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Deputi Direktur Jenderal Asian Development Bank (ADB) Edimon Ginting mengatakan bahwa ekonomi negara-negara berkembang di Asia diprediksi akan terkontraksi -0,7% di tahun ini, kontraksi pertama setelah 6 dekade lamanya.

Untuk Indonesia, Edimon mengatakan bahwa menekan penyebaran Covid-19 adalah langkah utama yang harus diambil, sekaligus sebagai strategi terpenting untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi jangka pendek.

"Kita harus mengkalibrasi kebijakan untuk meng-contain penyebaran Covid-19 secara efektif, dengan memikirkan untung rugi dari tiap takaran kebijakan. Selain itu, perlu meningkatkan kapasitas testing, rekam jejak, dan treatment. Perlu juga edukasi publik dan penegakan kebijakan utama," ungkap Edimon dalam diskusi virtual publik ISEI bertajuk "Moving Forward: Strategy for Indonesia Economic Rebound" di Jakarta, Rabu (16/9/2020). (Baca juga: Luhut Sebut Akhir Desember 2020 Indonesia Terima 40 Juta Vaksin Covid-19 )

Dalam strategi jangka pendek pula, pemerintah harus menjaga stabilitas sektor keuangan dan mengantisipasi potensi risiko dari NPL yang meningkat. Selain itu, pemerintah juga harus mempercepat penyaluran beragam program stimulus fiskal dan jaring pengaman sosial.

"Untuk memulihkan ekonomi di jangka menengah, kita harus membangun kembali kepercayaan konsumen dan investor. Kemudian, kita harus menyiapkan kebijakan untuk adopsi cepat dan ekspansi ekonomi digital, dimulai dari kendala-kendala paling mengikat untuk pertumbuhan di masa depan," papar Edimon.

Dia menyebutkan, pemerintah harus melipatgandakan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi tuntutan pertumbuhan baru di era new normal. (Baca juga: Jakarta PSBB Lagi, Fadli Zon: Akibat Kampanye New Normal Terlalu Dini )

"Untuk jangka menengah juga, kita harus beralih ke gaya hidup yang lebih sehat dan mengembangkan wellness industry untuk mendukung pemulihan pasca pandemi," pungkas Edimon.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Antisipasi Krisis, Ini...
Antisipasi Krisis, Ini Isi Pertemuan Prabowo dan Tokoh Ekonomi Nasional di Istana
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
Rekomendasi
Kisah Yoane Wissa: Hampir...
Kisah Yoane Wissa: Hampir Buta dan Gol Bersejarah di Piala Dunia 2026
Pemerintah Bakal Data...
Pemerintah Bakal Data Barang-Karyawan Hotel Sultan, Wamensesneg: Tak Ada yang Dikorbankan
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Grand Prix Ceko 2026, Tayang Live di VISION+
Berita Terkini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved