Rapor Moody’s Rating jadi Momentum Pemerintah Benahi Kebijakan Fiskal

Jum'at, 06 Februari 2026 - 22:39 WIB
loading...
Rapor Moody’s Rating...
Moody’s Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2 dengan status investment grade, namun memberikan catatan kritis berupa penetapan outlook negatif. FOTO/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia pada level Baa2 dengan status investment grade, namun memberikan catatan kritis berupa penetapan outlook negatif. Meskipun fundamental ekonomi nasional dinilai masih kuat, perubahan proyeksi ini menjadi sinyal peringatan bagi arah kebijakan pemerintah, terutama terkait risiko fiskal dan ketidakpastian kebijakan ke depan.

"Penurunan outlook menjadi negatif adalah peringatan serius. Ini bukan soal angka semata, tapi soal kepercayaan pasar terhadap bagaimana kita mengelola negara," ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie O.F.P., dalam keterangan resminya di Jakarta.

Baca Juga: Moody's Turunkan Outlook Kredit RI Jadi Negatif, OJK Tekankan Penguatan Sektor Keuangan

Dolfie menegaskan bahwa rapor dari Moody’s tersebut merupakan cermin bagi pemerintah untuk segera melakukan pembenahan total. Ia menyoroti bahwa masalah utama yang menjadi perhatian lembaga pemeringkat tersebut bukan lagi sekadar kapasitas ekonomi, melainkan kualitas tata kelola, konsistensi kebijakan, hingga efektivitas komunikasi publik yang selama ini dianggap masih lemah.

Dalam laporannya, Moody’s memberikan catatan khusus pada beberapa sektor yang berisiko menggoyang stabilitas ekonomi nasional. Hal ini mencakup lonjakan belanja sosial yang dinilai tidak seimbang dengan dukungan penerimaan negara yang memadai, serta kekhawatiran terkait kerangka fiskal dan independensi Bank Indonesia (BI) di masa mendatang.



Jika poin-poin peringatan tersebut tidak segera direspons dengan perbaikan nyata, Indonesia terancam menghadapi konsekuensi ekonomi yang berat. Dolfie memaparkan risiko yang membayangi mulai dari kenaikan biaya utang negara (cost of fund), meningkatnya volatilitas pasar keuangan, hingga terhambatnya arus investasi masuk yang dapat menekan postur APBN.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Pentingkah Data SE2026...
Pentingkah Data SE2026 bagi Pemerintah Daerah?
Transisi Energi Belum...
Transisi Energi Belum Optimal, Pemerintah Didorong Reformasi Kebijakan
Kelangkaan BBM SPBU...
Kelangkaan BBM SPBU Swasta, Komisi XII DPR Beberkan Anomali Kebijakan ESDM
Purbaya Pilih Lindungi...
Purbaya Pilih Lindungi Pekerja, Kebijakan Cukai Rokok 2026 Disambut Positif
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
Jabat Ketum DPP Pemuda...
Jabat Ketum DPP Pemuda Lira, Sultoni: Dukung Kebijakan Prorakyat, tapi Tetap Kritis
Kebijakan Berdasarkan...
Kebijakan Berdasarkan Kebutuhan (Siapa)?
Rekomendasi
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
Terancam Mobil China,...
Terancam Mobil China, Honda Justru Buka 4 Dealer Baru di Jateng dan Bali
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved