Resesi Sulit Dihindari, Ekonom Minta Fokus Juga ke Penanganan Wabah

Kamis, 17 September 2020 - 14:27 WIB
loading...
Resesi Sulit Dihindari,...
Melemahnya daya beli masyarakat dan penurunan aktivitas UMKM merupakan hal yang mengkhawatirkan bagi perekonomian. Namun ekonom mengingatkan, bahwa resesi sulit dihindari selama penanganan Covid tidak serius. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Melemahnya daya beli masyarakat dan penurunan aktivitas UMKM merupakan hal yang mengkhawatirkan bagi perekonomian Indonesia . Proses pemulihan ekonomi di Indonesia akan berjalan lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, dengan melihat perkembangan pandemi dan situasi ekonomi hingga saat ini, resesi memang sangat sukar dihindari. "Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun (kuartal III&IV) diprediksi masih akan terkontraksi, tapi Iebih dangkal dibandingkan Triwulan II," ujar Faisal di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

(Baca Juga: Ekonomi 33 Negara Berkembang Terancam Kontraksi Tahun ini, Termasuk RI? )

Namun menurutnya, jangan terlalu fokus pada definisi teknis resesi saja. Yang penting adalah bagaimana meredam dampak buruk terhadap perekonomian selama pandemi dan mendorong percepatan pemulihan ke depan. Dia memperkirakan, tahun 2021 besar kemungkinan pertumbuhan ekonomi kembali positif.

Namun seberapa cepat pemulihan ekonomi akan bergantung pada kecepatan penanggulangan wabah. "Potensi pemulihan ekonomi ke depan memang ada, tapi perbaikannya dilihat dari seberapa cepat pemerintah dalam penanganan wabah," beber Faisal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Rekomendasi
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved