Iran Diserang, OPEC+ Pertimbangkan Kenaikan Pasokan Minyak Lebih Besar
Minggu, 01 Maret 2026 - 09:19 WIB
loading...
A
A
A
Presiden AS Donald Trump pada Sabtu menyatakan, Amerika Serikat (AS) melakukan operasi "masif" terhadap Iran guna mencegah negara tersebut memperoleh senjata nuklir. Pernyataan itu disampaikan tak lama setelah Israel melancarkan serangan udara yang disebut sebagai langkah "preventif", sehingga memicu kekhawatiran konflik lebih luas di Timur Tengah.
Ketegangan geopolitik tersebut langsung memengaruhi pasar energi. Harga minyak di London melonjak ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, yakni USD73 per barel pada Jumat, seiring meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan di tengah indikasi kelebihan suplai global.
Baca Juga: Ini 7 Negara Arab yang Dirudal Iran sebagai Balasan atas Serangan AS-Israel
Dalam beberapa hari terakhir, Riyadh bersama sejumlah produsen lain, termasuk Iran, dilaporkan mempercepat ekspor minyak. Arab Saudi, pemimpin de facto Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), sebelumnya juga sempat meningkatkan pasokan tahun lalu di tengah pemboman fasilitas nuklir Iran oleh AS.
Serangan terbaru terjadi dua hari setelah delegasi Iran dan AS bertemu di Swiss untuk putaran ketiga perundingan terkait aktivitas nuklir Teheran. Meski Iran menyatakan optimisme terhadap arah pembicaraan, Trump pada Jumat menyebut dirinya tidak puas dengan perkembangan negosiasi tersebut.
Ketegangan geopolitik tersebut langsung memengaruhi pasar energi. Harga minyak di London melonjak ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, yakni USD73 per barel pada Jumat, seiring meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan di tengah indikasi kelebihan suplai global.
Baca Juga: Ini 7 Negara Arab yang Dirudal Iran sebagai Balasan atas Serangan AS-Israel
Dalam beberapa hari terakhir, Riyadh bersama sejumlah produsen lain, termasuk Iran, dilaporkan mempercepat ekspor minyak. Arab Saudi, pemimpin de facto Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), sebelumnya juga sempat meningkatkan pasokan tahun lalu di tengah pemboman fasilitas nuklir Iran oleh AS.
Serangan terbaru terjadi dua hari setelah delegasi Iran dan AS bertemu di Swiss untuk putaran ketiga perundingan terkait aktivitas nuklir Teheran. Meski Iran menyatakan optimisme terhadap arah pembicaraan, Trump pada Jumat menyebut dirinya tidak puas dengan perkembangan negosiasi tersebut.
(nng)
Lihat Juga :