Harga Minyak Tembus USD100 per Barel, Ini 7 Rekor Lonjakan Terburuk dalam Sejarah Dunia
Senin, 09 Maret 2026 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
5. 1990: Invasi Kuwait oleh Irak
Ketika Saddam Hussein memerintahkan invasi ke Kuwait pada Iraqi invasion of Kuwait, pasar minyak global langsung panik. Harga minyak melonjak hampir dua kali lipat dalam waktu singkat karena dua produsen besar dunia terlibat konflik langsung. Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, Negara-negara Asia Panik Berebut Pasokan BBM
6. 2011: Arab Spring Picu Ketakutan Pasokan
Gelombang revolusi yang dikenal sebagai Arab Spring juga membuat harga minyak melonjak hingga sekitar USD125 per barel. Konflik di Libya dan kawasan Afrika Utara membuat pasar khawatirY pasokan minyak global akan terganggu.
7. 2026: Konflik Timur Tengah Dorong Harga di Atas USD100
Tahun 2026 kembali menunjukkan betapa sensitifnya pasar energi terhadap geopolitik.
Ketegangan yang melibatkan Iran, Israel, dan United States membuat harga minyak melonjak di atas USD100 per barel. Pasar energi khawatir konflik dapat mengganggu jalur distribusi vital seperti Strait of Hormuz, yang dilalui sekitar sepertiga perdagangan minyak dunia.
Ketika Saddam Hussein memerintahkan invasi ke Kuwait pada Iraqi invasion of Kuwait, pasar minyak global langsung panik. Harga minyak melonjak hampir dua kali lipat dalam waktu singkat karena dua produsen besar dunia terlibat konflik langsung. Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, Negara-negara Asia Panik Berebut Pasokan BBM
6. 2011: Arab Spring Picu Ketakutan Pasokan
Gelombang revolusi yang dikenal sebagai Arab Spring juga membuat harga minyak melonjak hingga sekitar USD125 per barel. Konflik di Libya dan kawasan Afrika Utara membuat pasar khawatirY pasokan minyak global akan terganggu.
7. 2026: Konflik Timur Tengah Dorong Harga di Atas USD100
Tahun 2026 kembali menunjukkan betapa sensitifnya pasar energi terhadap geopolitik.
Ketegangan yang melibatkan Iran, Israel, dan United States membuat harga minyak melonjak di atas USD100 per barel. Pasar energi khawatir konflik dapat mengganggu jalur distribusi vital seperti Strait of Hormuz, yang dilalui sekitar sepertiga perdagangan minyak dunia.
(nng)
Lihat Juga :