Program Migrasi Tenaga Kerja Terampil Skema Low Cost Diluncurkan di KBRI Tokyo

Senin, 09 Maret 2026 - 14:39 WIB
loading...
Program Migrasi Tenaga...
Program Migrasi Tenaga Kerja Terampil Skema Low Cost resmi diluncurkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo. FOTO/dok.SindoNews
A A A
TOKYO - Program Migrasi Tenaga Kerja Terampil Skema Low Cost resmi diluncurkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo. Inisiatif ini menargetkan penghapusan biaya migrasi yang selama ini selalu membebani para calon pekerja Indonesia. Biaya migrasi yang kerap mencapai puluhan juta rupiah membuat partisipasi global workforce dari Indonesia terbilang rendah dibanding negara lain.

Skema baru difokuskan pada penempatan caregiver dan perawat ke Jepang. Indonesian Diaspora Network United (IDN-United) menggandeng Kaikoukai Healthcare Corporation untuk menjalankan program tersebut. Penandatanganan kemitraan ini disaksikan langsung oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Jepang, Kartini Sjahrir.

Program ini mempertemukan kebutuhan tenaga kesehatan Jepang dengan potensi lulusan Indonesia. Jepang menghadapi peningkatan permintaan tenaga kesehatan akibat penuaan populasi. Sementara itu Indonesia memiliki banyak lulusan diploma tiga keperawatan setiap tahun. Proyeksi menunjukkan surplus lulusan mencapai 176.000 orang hingga 2030. Peluang besar tersebut selama ini terhambat biaya migrasi tinggi. Karena itu skema low cost dirancang membuka akses kerja lebih luas.

Baca Juga: 3 WNI Hilang di Selat Hormuz, KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat Upayakan Proses Pencarian

Biaya migrasi selama ini yang mencapai puluhan juta rupiah per kandidat mencakup pelatihan bahasa, administrasi, dan perjalanan keberangkatan. Beban finansial tersebut membuat banyak lulusan gagal berangkat ke luar negeri. Akibatnya tingkat partisipasi pekerja Indonesia relatif rendah dibanding negara lain. Program baru ini berupaya menekan bahkan menghapus biaya tersebut. Pembiayaan dilakukan melalui kolaborasi dengan pengguna tenaga kerja di Jepang.



Melalui skema ini, pelatihan bahasa Jepang dilakukan secara intensif. Program berlangsung di Politeknik Kesehatan dan institusi pendidikan keperawatan mitra. Peserta ditargetkan mencapai kompetensi bahasa Jepang level N4 sebelum keberangkatan. Selain itu administrasi migrasi dan tiket perjalanan juga dapat ditanggung. Karena itu kandidat berpotensi mengikuti seluruh proses tanpa biaya pribadi. Model tersebut diharapkan meningkatkan jumlah pekerja Indonesia di Jepang.

Jepang sendiri membuka kuota caregiver bagi Indonesia dalam jumlah besar. Total kuota mencapai 135.000 pekerja sepanjang periode 2024 hingga 2029. Rata-rata peluang mencapai sekitar 27.000 tenaga kerja setiap tahun. Namun tingkat pemenuhan dari Indonesia masih berada di bawah lima persen. Kondisi tersebut menunjukkan peluang besar masih terbuka. Program migrasi low cost diproyeksikan mempercepat pemenuhan kuota tersebut.

Baca Juga: KBRI Phnom Penh Terima 3.100 Aduan WNI Korban Sindikat Online Scam di Kamboja

Perwakilan Kaikoukai Healthcare Corporation, Tetsuya Yamada, menilai kerja sama ini strategis. "Indonesia memiliki sumber daya tenaga kesehatan sangat kompeten," ujar Tetsuya. Menurutnya skema low cost menciptakan sistem perekrutan lebih adil. Program ini juga memperkuat hubungan profesional antara Indonesia dan Jepang.

Chairman IDN-United, Edward Wanandi, menegaskan, komunitas diaspora dapat membuka akses pasar kerja global bagi talenta Indonesia. Mereka juga membangun kepercayaan dengan mitra di negara tujuan. “Biaya migrasi ditekan agar partisipasi pekerja meningkat,” kata Edward.

Ketua Yayasan Usaha Bakti Diaspora, Fify Manan, mengungkapkan, pihaknya memfasilitasi pelatihan serta komunikasi dengan institusi pendidikan kesehatan. Tahap percontohan dimulai sejak Desember 2025 dengan tiga puluh peserta. Implementasi awal direncanakan mulai Juni 2026 di tujuh institusi pendidikan. Ke depan program ditargetkan melibatkan jaringan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan. Selain Jepang, perluasan juga direncanakan ke Jerman, Australia, dan Inggris.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sinergi dengan KBRI,...
Sinergi dengan KBRI, Binawan Berangkatkan 22 Nakes ke Kuwait
Pacu Literasi Ekonomi...
Pacu Literasi Ekonomi Syariah, KBRI Khartoum Gelar Pembelajaran Bersama MES Sudan
KBRI Abu Dhabi Fasilitasi...
KBRI Abu Dhabi Fasilitasi Pertemuan BSI dengan Dubai Islamic Bank
Promosi Wisata, Wonderful...
Promosi Wisata, Wonderful Indonesia Wara-wiri di Angkutan Umum Austria
Sukseskan TEI 2020,...
Sukseskan TEI 2020, KBRI Bangkok Gelar Temu Bisnis 130 Pengusaha
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Jepang Menggunakan Monster...
Jepang Menggunakan Monster Serigala untuk Menghalau Beruang
KBRI Kuala Lumpur Pantau...
KBRI Kuala Lumpur Pantau Pencarian 14 WNI Korban Kecelakaan Kapal di Malaysia
Rekomendasi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kisah Seru Benci Jadi...
Kisah Seru Benci Jadi Cinta di Microdrama The Scholarship Boy Stole My Heart V+Short
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Berita Terkini
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
Mau Bebas Iuran Tahunan...
Mau Bebas Iuran Tahunan Seumur Hidup? Yuk, Ajukan Kartu Kredit MNC Bank Sekarang
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
JRP Insurance Hadir...
JRP Insurance Hadir di Jakarta Fair 2026, Jamin Perlindungan Asuransi bagi Pengunjung
Ketika Sampah Menjadi...
Ketika Sampah Menjadi Sumber Daya, Strategi Sirkular Lippo Karawaci
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved