Sebulan Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia Meroket Lebih 50%
Minggu, 29 Maret 2026 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Krisis Avtur Hantam Vietnam, Maskapai Pangkas Massal Jadwal Penerbangan
Lonjakan harga minyak juga menambah tekanan terhadap kebijakan moneter global. Bank sentral, termasuk Federal Reserve, dihadapkan pada risiko inflasi yang meningkat sehingga membuka kemungkinan pengetatan kebijakan suku bunga lebih lanjut.
Perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump memperpanjang tenggat bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz selama 10 hari hingga awal April. Meski demikian, Iran dilaporkan masih menolak pembicaraan langsung dengan Washington dan tetap membatasi lalu lintas kapal di kawasan tersebut.
Situasi ini membuat prospek pasar energi global tetap dibayangi ketidakpastian tinggi. Para analis menilai volatilitas harga minyak masih akan berlanjut seiring belum adanya tanda deeskalasi konflik dalam waktu dekat.
Lonjakan harga minyak juga menambah tekanan terhadap kebijakan moneter global. Bank sentral, termasuk Federal Reserve, dihadapkan pada risiko inflasi yang meningkat sehingga membuka kemungkinan pengetatan kebijakan suku bunga lebih lanjut.
Perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump memperpanjang tenggat bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz selama 10 hari hingga awal April. Meski demikian, Iran dilaporkan masih menolak pembicaraan langsung dengan Washington dan tetap membatasi lalu lintas kapal di kawasan tersebut.
Situasi ini membuat prospek pasar energi global tetap dibayangi ketidakpastian tinggi. Para analis menilai volatilitas harga minyak masih akan berlanjut seiring belum adanya tanda deeskalasi konflik dalam waktu dekat.
(nng)
Lihat Juga :