Uni Eropa Disebut Terlambat 15 Tahun buat Hadapi Kiamat Energi

Senin, 06 April 2026 - 21:49 WIB
loading...
A A A
"Masih hanya peringatan, tanpa solusi nyata," kicauan Dmitriev, yang kini menjabat sebagai utusan khusus Presiden Vladimir Putin untuk investasi dan kerja sama ekonomi.

"Peringatan, Uni Eropa terlambat 15 tahun bahwa mereka tidak siap menghadapi 'guncangan energi jangka panjang'. UE gagal mendiversifikasi aliran energi, dipandu oleh ideologi Russophobic, Green, dan woke," tulis Dmitriev.

Baca Juga: Efek Perang Iran, Inflasi AS Diramal Melonjak Tajam Imbas Kenaikan Harga BBM

Menurutnya, reformasi energi yang diterapkan UE pada periode 2009-2011 untuk transisi ke energi terbarukan justru meninggalkan blok tersebut tanpa perlindungan saat krisis energi global pecah hari ini.

Kondisi di lapangan memang kian mengkhawatirkan. Harga gas di Uni Eropa telah melonjak ke angka 50 euro (sekitar Rp860.000) per MWh, naik drastis 56% sejak Februari. Sementara itu harga minyak mentah dunia bertahan di level tinggi sekitar USD111 per barel.

Menghadapi skenario terburuk, Brussel mulai mempertimbangkan langkah-langkah darurat, termasuk pelepasan cadangan minyak strategis. Kemungkinan penjatahan (rationing) bahan bakar jet (avtur) dan diesel. Serta mencari pasokan tambahan dari AS dan mitra lainnya sebagai pengganti gas Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Siap-siap Banjir Pasokan...
Siap-siap Banjir Pasokan Minyak Dunia, Morgan Stanley Koreksi Harga Brent di Angka USD75/Barel
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Rekomendasi
Bikin Momen Kumpul Keluarga...
Bikin Momen Kumpul Keluarga di Rumah Makin Seru dengan Inspirasi Kegiatan ala Shopee
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
Kisah Unik Syifa Hadju,...
Kisah Unik Syifa Hadju, Afgan, Sheila Dara, dan Baskara di Balik Secangkir Kopi
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Infografis
Empat Indikator Uni...
Empat Indikator Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved