Hidroponik, Tren Bertani yang Cocok saat Pandemi

Sabtu, 19 September 2020 - 09:02 WIB
loading...
A A A
Hidroponik menjadi bercocok tanam yang dapat dilakukan siapa pun karena mudah dilakukan dan tidak membutuhkan tempat yang luas. "Dengan hidroponik, orang punya cara bertahan hidup ketika memiliki persediaan makanan berupa sayur pada saat toko dan pasar tutup. Untuk kota besar yang selama ini mengandalkan produsen sayuran seperti Puncak, Bogor, dan Lembang, Bandung, saat semua ditutup suplai sayur terhambat. Makanya, warga Jakarta sebenarnya harus mampu menyediakan sendiri apa yang mereka butuhkan," papar Ronny.

Yang jelas, karena hidroponik naik daun, penjualan instalasi Smart Hidroponik milik Ronny pun naik 10 kali lipat. Hidroponik mampu mengisi aktivitas saat di rumah saja, menyediakan sayuran sendiri, hingga menambah penghasilan.

Tanaman yang menjadi favorit masih seputar sayuran yang biasa dikonsumsi seperti bayam, kangkung, caisin, hingga sayuran yang disenangi kaum urban untuk dijadikan salad seperti selada air dan kale. (Baca juga: 4 Jenis Olahraga Ini Efektif Turunkan Kadar Kolesterol)

Hidroponik pun berinovasi. Lima tahun terakhir Ronny mengembangkan sistem rakit apung. Sebelumnya, hidroponik hanya ada pada pipa, pot atau sumbu yang setiap tanaman yang akarnya dialiri air.

Sistem rakit apung menggunakan kolam dan lembaran streofoam yang mengapung di permukaan air di kolam itu. Secara fisik memang sama karena medianya air. Yang beda hanya bentuknya bukan pipa, tapi di kolam.

Sistem seperti saat ini merupakan pengembangan dari pipa, karena orang melihat lebih mudah dan banyak kelebihan lain. Alhasil, 2-3 tahun terakhir menjadi booming karena teknik hidroponik menjadi cara bercocok tanam yang paling dipilih para petani dadakan ini.

Sistem rakit apung ini hampir mirip aquaponik yang di bawahnya dapat diternak ikan. Format ini sekilas sama, namun aquaponik berbeda konsep.

"Nutrisi untuk tanaman diperoleh dari air yang merupakan fermentasi dari ikan sehingga sedikit banyak cukup untuk memberikan nutrisi untuk tanaman walaupun tidak sesempurna hidroponik," ungkapnya.

Sistem rakit apung ini cocok juga untuk pemula. Kolam dengan ukuran dan kedalaman minimal 20 cm kemudian dilapisi terpal. Untuk benih menggunakan lembaran seperti tripleks, namun bukan kayu. Lebih praktis lagi menggunakan kotak streofoam yang biasa untuk ikan segar. Ini adalah cara yang semakin memudahkan siapa pun dalam bercocok tanam. (Baca juga: Ilmuwan Temukan Sperma Berukuran Raksasa Berusia 100 Juta Tahun)

Ronny mengatakan, belakangan banyak yang akhirnya memutuskan menjadi petani sayuran. Belum lama ada dua pilot Indonesia dari maskapai mancanegara yang pulang karena tidak bekerja dan akhirnya memutuskan membuat green house.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Rekomendasi
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved