Hidroponik, Tren Bertani yang Cocok saat Pandemi

Sabtu, 19 September 2020 - 09:02 WIB
loading...
A A A
"Jualan sayur kini laris manis seiring dengan gaya hidup sehat yang semakin meningkat saat pandemi ini. Ditambah hidroponik ini tanpa pestisida sehingga lebih sehat," tandas Ronny.

Tren menjadi petani dadakan juga dilakukan Prayogi Arifianto, warga Jakarta Selatan, yang baru April lalu mencoba bercocok tanam melalui hidroponik.

"Memang dasarnya kita suka berkebun. Kebetulan ketika PSBB coba menanam tanaman yang bisa dikonsumsi," ungkapnya. (Baca juga: Inggris, Prancis, dan Jerman Kecam China Atas Klaim Laut China Selatan)

Biasa dengan media tanah, Yogi merasa harus kembali dari nol untuk belajar menanam. Namun, kini sudah banyak tutorial di YouTube dan media sosial lainnya yang mampu memberikan pencerahan. Selain itu, sambil bekerja di rumah, Yogi pun rajin mengikuti kelas online di grup WhatsApp.

Meskipun dilakukan secara virtual, bapak dua anak ini tidak merasa kesulitan. Beberapa kali panen pun sukses, sesekali tidak berhasil tumbuh membuat Yogi semakin giat mencari tahu atau berdiskusi dengan sesama pelaku hidroponik.

Bagi Yogi, menanam itu mudah dan menyenangkan. Dia begitu menikmati prosesnya dari awal menyemai hingga panen. Dia pun mengajak istri dan anak sulungnya yang masih berusia 5 tahun untuk memantau perkembangan tanaman mereka sekaligus juga ikut memanen. (Lihat videonya: Istana Para Raja di Wilayah Sulsel Berumur Ratusan Tahun)

"Semua bagian dari bertanam itu berkesan. Panen pertama jenis tanaman sayur, tanaman kangkung, ada juga sawi, pakcoy, basil. Puas dan senang sekali, kami sekeluarga bisa petik sendiri sayuran di atap rumah dan kita makan. Ternyata kalau kita mau memulainya, kita akan merasakan hasilnya," ungkapnya, bahagia.

Bukan hanya tanaman sayuran untuk dikonsumsi sendiri. Yogi pun mencoba menanam bunga matahari yang menjadi kesukaan sang putri. (Ananda Nararya)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Garudafood dan Pemkab...
Garudafood dan Pemkab Sumedang Jalin Kemitraan Strategis Pengembangan Pertanian Kacang Tanah
Ekonom UI: Program MBG...
Ekonom UI: Program MBG Dorong Sektor Pertanian dan Pemberdayaan Perempuan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sulap Limbah Pertanian Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Nego Tarif Trump, Indonesia...
Nego Tarif Trump, Indonesia Bakal Beli Komoditi Pertanian AS Rp75,4 Triliun
FertInnovation Challenge...
FertInnovation Challenge 2025 Memacu Ribuan Inovator Perkuat Kemandirian Pangan
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Waka MPR Ibas: Kelancaran...
Waka MPR Ibas: Kelancaran Irigasi Kunci Sukses Ketahanan Pangan Nasional
Bangun Ekonomi Lokal,...
Bangun Ekonomi Lokal, Asprindo Persiapkan Kampung Industri Kedua di Sukoharjo
Rekomendasi
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved