Hidroponik, Estetika dan Bermanfaat
Sabtu, 19 September 2020 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Syarat untuk media tanam tanaman hidroponik adalah steril dan bebas unsur hara. Selain itu, media tanam tidak boleh mengandung tanah, pupuk kandang, dan zat kimia lainnya. Karena akan merusak asupan nutrisi dari media tanamnya. Oleh karena itu, gunakan media tanam yang umum dipakai seperti rockwool, yaitu batu basa yang dicairkan seperti harum manis dan dipres.
"Sifat dari media tanam ini sangat berpori dan kuat mengikat air, sehingga akarnya bebas bergerak dan mendapat asupan air yang cukup," jelas Herlin.
Selain rockwool, media tanam hidroponik juga bisa menggunakan sekam bakar, cocopite (sabut kelapa), dan expanded clay (pecahan batu yang dioven sampai berpori) ketiganya sangat cocok untuk sistem drip. (Baca juga: Inggris, Prancis, dan Jerman Kecam Kalim China Atas Laut China Selatan)
Satu lagi yang tidak boleh dilupakan dalam sistem hidroponik adalah menggunakan instalasi listrik agar dapat bekerja, ini juga menjadi salah satu kelemahan hidroponik. Di sisi lain, sistem yang sudah direncanakan dengan cermat juga memiliki keuntungan utama, yaitu air dan nutrisi yang diberikan pada tanaman tidak akan terbuang sia-sia.
"Dalam hidroponik, setiap orang dipaksa untuk kreatif. Tiap orang dipaksa untuk kreatif dan bisa menerapkan dengan cara berbeda, yang penting sistem yang mau dipakai apa dulu. Kemudian tinggal dijaga saja sistem yang sudah dipilih," saran Herlin.
Ada pun untuk sistem hidroponik bertingkat yang sangat sederhana, bisa memanfaatkan sudut halaman terbuka atau memanfaatkan ruang di teras apartemen. Sementara itu, bila ingin bertanam hidroponik dengan memanfaatkan dinding rumah, maka diperlukan instalasi khusus yang menjamin permukaan dinding tidak menjadi rusak atau menjadi lembap. (Lihat videonya: Istana Para Raja di WIlayah Sulsel Berumur Ratusan Tahun)
"Penutupan muka dinding bisa dengan menggunakan lembaran polycarbonat dan geotextile. Sementara dudukan sistem hidroponik bisa dibantu dengan membuat kerangka dari baja ringan," katanya.
Bila berminat untuk membuat taman hidroponik tidak memerlukan lahan luas. Lahan dengan luas 0,5 meter persegi pun sudah bisa bertanam hidroponik. (Aprilia S Andyna)
"Sifat dari media tanam ini sangat berpori dan kuat mengikat air, sehingga akarnya bebas bergerak dan mendapat asupan air yang cukup," jelas Herlin.
Selain rockwool, media tanam hidroponik juga bisa menggunakan sekam bakar, cocopite (sabut kelapa), dan expanded clay (pecahan batu yang dioven sampai berpori) ketiganya sangat cocok untuk sistem drip. (Baca juga: Inggris, Prancis, dan Jerman Kecam Kalim China Atas Laut China Selatan)
Satu lagi yang tidak boleh dilupakan dalam sistem hidroponik adalah menggunakan instalasi listrik agar dapat bekerja, ini juga menjadi salah satu kelemahan hidroponik. Di sisi lain, sistem yang sudah direncanakan dengan cermat juga memiliki keuntungan utama, yaitu air dan nutrisi yang diberikan pada tanaman tidak akan terbuang sia-sia.
"Dalam hidroponik, setiap orang dipaksa untuk kreatif. Tiap orang dipaksa untuk kreatif dan bisa menerapkan dengan cara berbeda, yang penting sistem yang mau dipakai apa dulu. Kemudian tinggal dijaga saja sistem yang sudah dipilih," saran Herlin.
Ada pun untuk sistem hidroponik bertingkat yang sangat sederhana, bisa memanfaatkan sudut halaman terbuka atau memanfaatkan ruang di teras apartemen. Sementara itu, bila ingin bertanam hidroponik dengan memanfaatkan dinding rumah, maka diperlukan instalasi khusus yang menjamin permukaan dinding tidak menjadi rusak atau menjadi lembap. (Lihat videonya: Istana Para Raja di WIlayah Sulsel Berumur Ratusan Tahun)
"Penutupan muka dinding bisa dengan menggunakan lembaran polycarbonat dan geotextile. Sementara dudukan sistem hidroponik bisa dibantu dengan membuat kerangka dari baja ringan," katanya.
Bila berminat untuk membuat taman hidroponik tidak memerlukan lahan luas. Lahan dengan luas 0,5 meter persegi pun sudah bisa bertanam hidroponik. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Lihat Juga :