Wamenperin Jajaki Investasi di Rusia, dari Nuklir hingga Industri Halal
Selasa, 05 Mei 2026 - 23:03 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Wamenperin Sidak Pabrik Chery: TKDN 40% Kurang, Maunya 60%!
Di sela-sela kunjungan, Wamenperin juga sempat mendatangi St. Petersburg State University dan RusChemAlliance LLC guna membahas berbagai peluang kerja sama, antara lain kemitraan sekolah tinggi vokasi dengan kampus-kampus di Rusia, serta penyediaan LNG dan LPG untuk memenuhi kebutuhan energi, baik sebagai konsumsi maupun bahan baku.
"Tentu saja kita juga membutuhkan pasokan LPG karena kebutuhan industri yang makin besar, makin meningkat dan sebagai bahan baku tentu saja gas yang liquid ini bisa digunakan untuk bahan baku industri," ujar dia.
"Walaupun harganya cukup mahal, mereka bisa menawarkan yang lebih kompetitif daripada sumber-sumber LPG di negara-negara lain," ungkap Wamen Riza menambahkan.
Secara terpisah, Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Alexei Gruzdev menekankan komitmen negaranya dalam memperkuat ekonomi antara Indonesia dan Rusia. Dia menilai kemitraan jangka panjang kedua negara menjadi fondasi penting untuk memperluas kerja sama industri.
Diketahui, Indonesia-Russia Business & Investment Forum dihadiri oleh lebih dari 100 peserta, yang terdiri dari perwakilan pemerintah dan pelaku usaha kedua negara. Juga dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Rusia, dan perwakilan Pemerintah Kota St. Petersburg.
Di sela-sela kunjungan, Wamenperin juga sempat mendatangi St. Petersburg State University dan RusChemAlliance LLC guna membahas berbagai peluang kerja sama, antara lain kemitraan sekolah tinggi vokasi dengan kampus-kampus di Rusia, serta penyediaan LNG dan LPG untuk memenuhi kebutuhan energi, baik sebagai konsumsi maupun bahan baku.
"Tentu saja kita juga membutuhkan pasokan LPG karena kebutuhan industri yang makin besar, makin meningkat dan sebagai bahan baku tentu saja gas yang liquid ini bisa digunakan untuk bahan baku industri," ujar dia.
"Walaupun harganya cukup mahal, mereka bisa menawarkan yang lebih kompetitif daripada sumber-sumber LPG di negara-negara lain," ungkap Wamen Riza menambahkan.
Secara terpisah, Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Alexei Gruzdev menekankan komitmen negaranya dalam memperkuat ekonomi antara Indonesia dan Rusia. Dia menilai kemitraan jangka panjang kedua negara menjadi fondasi penting untuk memperluas kerja sama industri.
Diketahui, Indonesia-Russia Business & Investment Forum dihadiri oleh lebih dari 100 peserta, yang terdiri dari perwakilan pemerintah dan pelaku usaha kedua negara. Juga dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Rusia, dan perwakilan Pemerintah Kota St. Petersburg.
(akr)
Lihat Juga :