Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Minggu, 21 Juni 2026 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
Dari sisi moneter, kepemimpinan baru bank sentral AS oleh Kevin Walsh dinilai membawa arah kebijakan yang lebih hawkish dengan fokus menjaga suku bunga tinggi demi mencapai target inflasi 2 persen. Kebijakan tersebut diperkirakan memperkuat dolar AS dan meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Sementara itu, faktor supply dan demand global juga turut memengaruhi pergerakan dolar AS. Penurunan harga emas dimanfaatkan sejumlah bank sentral dunia untuk meningkatkan cadangan emas sebagai langkah lindung nilai dan dedolarisasi.
Sepanjang kuartal I 2026, pembelian emas oleh bank sentral global tercatat mencapai 244 ton. Ibrahim menilai kombinasi ketegangan geopolitik, kebijakan suku bunga AS yang agresif, perang dagang, serta kenaikan permintaan aset aman menjadi faktor yang berpotensi membuat dolar AS tetap perkasa dan menekan pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
Sementara itu, faktor supply dan demand global juga turut memengaruhi pergerakan dolar AS. Penurunan harga emas dimanfaatkan sejumlah bank sentral dunia untuk meningkatkan cadangan emas sebagai langkah lindung nilai dan dedolarisasi.
Sepanjang kuartal I 2026, pembelian emas oleh bank sentral global tercatat mencapai 244 ton. Ibrahim menilai kombinasi ketegangan geopolitik, kebijakan suku bunga AS yang agresif, perang dagang, serta kenaikan permintaan aset aman menjadi faktor yang berpotensi membuat dolar AS tetap perkasa dan menekan pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
(nng)
Lihat Juga :