IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Rabu, 24 Juni 2026 - 16:10 WIB
loading...
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) mengingatkan pentingnya perencanaan dana pendidikan anak sejak dini. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) mengingatkan pentingnya perencanaan dana pendidikan anak sejak dini di tengah tren kenaikan biaya pendidikan dari tahun ke tahun. Persiapan finansial yang matang dinilai penting agar keluarga dapat memenuhi kebutuhan pendidikan anak tanpa mengganggu stabilitas keuangan rumah tangga.
“Setiap orang tua tentu ingin memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Karena itu, perencanaan dana pendidikan sebaiknya tidak menunggu hingga anak memasuki usia sekolah, melainkan dipersiapkan sejak dini sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga,” kata Direktur Bisnis Individu merangkap Pelaksana Tugas Direktur Bisnis Korporasi IFG Life Fabiola Noralita dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga: IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
Berdasarkan publikasi Statistik Penunjang Pendidikan 2024 dari Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata biaya pendidikan tingkat sekolah dasar mencapai Rp4,56 juta per tahun ajaran dan meningkat menjadi Rp10,19 juta per tahun ajaran pada jenjang SMA/SMK sederajat.
Selain meningkat seiring jenjang pendidikan, biaya pendidikan juga berbeda pada setiap kelompok rumah tangga. Data BPS menunjukkan rata-rata biaya pendidikan SD pada kelompok 20 persen rumah tangga dengan pengeluaran tertinggi mencapai Rp8,88 juta per tahun ajaran, sedangkan kelompok 40 persen rumah tangga dengan pengeluaran terendah tercatat sekitar Rp3,28 juta per tahun ajaran.
Fabiola mengatakan kebutuhan perencanaan pendidikan semakin relevan di tengah bonus demografi Indonesia yang didominasi penduduk usia produktif dan banyak keluarga yang mulai mempersiapkan kebutuhan jangka panjang.
Namun demikian, tingkat literasi dan inklusi asuransi masyarakat Indonesia dinilai masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi asuransi masyarakat baru mencapai 45,45 persen dengan tingkat inklusi sebesar 28,50 persen.
Baca Juga: IFG Life Catat Pembayaran Klaim Lebih Rp22,5 Triliun hingga September 2025
Menurut Fabiola, keluarga juga perlu mempersiapkan perlindungan terhadap berbagai risiko yang dapat memengaruhi kondisi keuangan rumah tangga agar rencana pendidikan anak tetap berjalan sesuai harapan. IFG Life menyatakan terus mendorong peningkatan literasi keuangan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan masa depan keluarga, termasuk dalam menyiapkan dana pendidikan anak secara berkelanjutan.
“Setiap orang tua tentu ingin memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Karena itu, perencanaan dana pendidikan sebaiknya tidak menunggu hingga anak memasuki usia sekolah, melainkan dipersiapkan sejak dini sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga,” kata Direktur Bisnis Individu merangkap Pelaksana Tugas Direktur Bisnis Korporasi IFG Life Fabiola Noralita dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga: IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
Berdasarkan publikasi Statistik Penunjang Pendidikan 2024 dari Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata biaya pendidikan tingkat sekolah dasar mencapai Rp4,56 juta per tahun ajaran dan meningkat menjadi Rp10,19 juta per tahun ajaran pada jenjang SMA/SMK sederajat.
Selain meningkat seiring jenjang pendidikan, biaya pendidikan juga berbeda pada setiap kelompok rumah tangga. Data BPS menunjukkan rata-rata biaya pendidikan SD pada kelompok 20 persen rumah tangga dengan pengeluaran tertinggi mencapai Rp8,88 juta per tahun ajaran, sedangkan kelompok 40 persen rumah tangga dengan pengeluaran terendah tercatat sekitar Rp3,28 juta per tahun ajaran.
Fabiola mengatakan kebutuhan perencanaan pendidikan semakin relevan di tengah bonus demografi Indonesia yang didominasi penduduk usia produktif dan banyak keluarga yang mulai mempersiapkan kebutuhan jangka panjang.
Namun demikian, tingkat literasi dan inklusi asuransi masyarakat Indonesia dinilai masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi asuransi masyarakat baru mencapai 45,45 persen dengan tingkat inklusi sebesar 28,50 persen.
Baca Juga: IFG Life Catat Pembayaran Klaim Lebih Rp22,5 Triliun hingga September 2025
Menurut Fabiola, keluarga juga perlu mempersiapkan perlindungan terhadap berbagai risiko yang dapat memengaruhi kondisi keuangan rumah tangga agar rencana pendidikan anak tetap berjalan sesuai harapan. IFG Life menyatakan terus mendorong peningkatan literasi keuangan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan masa depan keluarga, termasuk dalam menyiapkan dana pendidikan anak secara berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :