Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
Kamis, 02 Juli 2026 - 18:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Sadar posisinya sangat rentan, UEA kini meluncurkan megaproyek kilat untuk membangun pipa baru menuju pelabuhan Fujairah yang terletak tepat di luar Selat Hormuz. Tak tanggung-tanggung, UEA menargetkan proyek ini rampung akhir tahun depan untuk menggandakan kapasitas pipa mereka dari 1,8 juta barel menjadi 3,6 juta barel per hari.
Ketika jalur laut tersebut ditutup, pendapatan negara Irak langsung terjun bebas. Guna menghindari kebangkrutan, Baghdad terpaksa memangkas drastis produksi minyak nasional mereka dari semula di atas 4 juta barel per hari, anjlok parah hingga hampir menyentuh angka 1 juta barel per hari.
Kini, demi bertahan hidup, Irak nekat menghidupkan kembali pipa Kirkuk-Ceyhan menuju Turki untuk mendongkrak kapasitas aliran utara dari 200 ribu barel menjadi 770 ribu barel per hari dalam hitungan bulan. Irak bahkan tengah menjajaki kerja sama pembangunan jaringan pipa baru menembus Suriah dan Yordania untuk langsung menembus pelabuhan Mediterania.
Inisiatif Empat Laut: Proyek Rp164 Triliun Penghancur Dominasi Rusia-Iran
Ambisi pengalihan jalur energi ini melahirkan sebuah gagasan geopolitik raksasa yang diinisiasi oleh lembaga pemikir New Lines Institute, yang dinamakan "Four Seas Initiative" (Inisiatif Empat Laut). Megaproyek senilai USD10 miliar (sekitar Rp164 triliun) ini dirancang untuk menghubungkan ladang-ladang minyak Timur Tengah langsung ke pelabuhan-pelabuhan di Turki dan Suriah pasca-perubahan peta politik di Damaskus.
Sadar posisinya sangat rentan, UEA kini meluncurkan megaproyek kilat untuk membangun pipa baru menuju pelabuhan Fujairah yang terletak tepat di luar Selat Hormuz. Tak tanggung-tanggung, UEA menargetkan proyek ini rampung akhir tahun depan untuk menggandakan kapasitas pipa mereka dari 1,8 juta barel menjadi 3,6 juta barel per hari.
Tragedi Irak, Produksi Anjlok dari 4 Juta Sisa 1 Juta Barel
Kita melihat betapa fatalnya dampak pemblokiran Selat Hormuz bagi negara yang terlambat mengantisipasi infrastruktur alternatif. Irak adalah contoh korban paling tragis dalam krisis ini. Lebih dari 90% ekspor minyak Irak selama ini bergantung total pada Selat Hormuz.Ketika jalur laut tersebut ditutup, pendapatan negara Irak langsung terjun bebas. Guna menghindari kebangkrutan, Baghdad terpaksa memangkas drastis produksi minyak nasional mereka dari semula di atas 4 juta barel per hari, anjlok parah hingga hampir menyentuh angka 1 juta barel per hari.
Kini, demi bertahan hidup, Irak nekat menghidupkan kembali pipa Kirkuk-Ceyhan menuju Turki untuk mendongkrak kapasitas aliran utara dari 200 ribu barel menjadi 770 ribu barel per hari dalam hitungan bulan. Irak bahkan tengah menjajaki kerja sama pembangunan jaringan pipa baru menembus Suriah dan Yordania untuk langsung menembus pelabuhan Mediterania.
Inisiatif Empat Laut: Proyek Rp164 Triliun Penghancur Dominasi Rusia-Iran
Ambisi pengalihan jalur energi ini melahirkan sebuah gagasan geopolitik raksasa yang diinisiasi oleh lembaga pemikir New Lines Institute, yang dinamakan "Four Seas Initiative" (Inisiatif Empat Laut). Megaproyek senilai USD10 miliar (sekitar Rp164 triliun) ini dirancang untuk menghubungkan ladang-ladang minyak Timur Tengah langsung ke pelabuhan-pelabuhan di Turki dan Suriah pasca-perubahan peta politik di Damaskus.
Lihat Juga :