Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Rabu, 08 Juli 2026 - 12:24 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai kilas balik, Prancis menutup rapat-rapat kedutaan besarnya di Damascus pada Maret 2012 silam. Langkah tegas itu diambil Paris sebagai bentuk protes dan kecaman keras atas tindakan brutal rezim militer Assad yang membantai para demonstran antikorupsi saat itu.
Baca Juga: Berebut Ladang Minyak, Perang Saudara Kembali Membara di Suriah
Kini, setelah rezim tersebut tumbang dan digantikan pemerintahan transisi yang baru, Prancis memilih menjadi garda terdepan untuk membantu memulihkan perekonomian Suriah menggunakan uang sitaan para koruptor.
Langkah Prancis ini dinilai memicu tekanan bagi negara-negara Eropa lainnya untuk segera melacak, menyita, dan memulangkan aset-aset tersembunyi milik keluarga Assad yang masih bertebaran di Swiss, Inggris, dan Spanyol.
Baca Juga: Berebut Ladang Minyak, Perang Saudara Kembali Membara di Suriah
Kini, setelah rezim tersebut tumbang dan digantikan pemerintahan transisi yang baru, Prancis memilih menjadi garda terdepan untuk membantu memulihkan perekonomian Suriah menggunakan uang sitaan para koruptor.
Macron Langsung Terbang ke KTT NATO
Setelah menyelesaikan misi penting di Damascus, Presiden Emmanuel Macron dijadwalkan langsung bertolak ke Turki pada Selasa malam guna menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang digelar di Ankara. Isu pemulihan Suriah dan stabilitas Timur Tengah pasca-Assad diyakini bakal menjadi salah satu topik panas yang dibawa Macron ke meja perundingan para penguasa militer barat tersebut.Langkah Prancis ini dinilai memicu tekanan bagi negara-negara Eropa lainnya untuk segera melacak, menyita, dan memulangkan aset-aset tersembunyi milik keluarga Assad yang masih bertebaran di Swiss, Inggris, dan Spanyol.
(akr)
Lihat Juga :