Reformasi Kesehatan, Erick Thohir: Puskesmas Ujung Tombak Penanganan Covid-19

loading...
Reformasi Kesehatan, Erick Thohir: Puskesmas Ujung Tombak Penanganan Covid-19
Ilustrasi Puskesmas. Foto/Dok SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah tengah membidik program reformasi kesehatan untuk menangani persoalan penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menguatkan fungsi Puskesmas sebagai titik dini untuk menekan penyebaran virus.

Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi (PCPEN) Erick Thohir mengatakan, Puskesmas sebagai ujung tombak dari program reformasi kesehatan untuk menekan penyebaran virus. Di mana, pihaknya akan memperkuat fungsi Puskesmas yang terbesar di 83.000 desa atau kelurahan di Indonesia.

"Indonesia sehat sendiri kalau dilihat di situ salah satu programnya adalah reformasi daripada kesehatan itu sendiri. Di mana, kita ingin kembali memperbaiki bahwa ujung tombak dari pada reformasi ini kembali kepada Puskesmas. 83.000 kelurahan dan desa itu adalah titik dini kita untuk mengantisipasi daripada penyakit yang sedang berjangkit hari ini ataupun di masa depan," ujar Erick dalam sesi wawancara dengan salah satu TV swasta, Sabtu (26/9/2020). (Baca juga: Duet Bahlil-Erick Sukses Bujuk Pabrik Sepatu Korea Ini Pindah ke Indonesia)

Penggalakan program reformasi kesehatan ini sudah dibahas oleh pihak PCPEN dengan Kementerian Kesehatan. Meski begitu, Erick belum menjelaskan detail skema dari program reformasi kesehatan itu sendiri.



"Karena itu, kalau kita lihat di program yang ada di Komite yang dibantu oleh Pak Menteri Kesehatan (Terawan Agus Putranto) juga," ujar dia.

Erick mencatat, dalam menangani penyebaran Covid-19 dan melakukan pemulihan ekonomi nasional (PEN) pihaknya akan menambahkan program baru. Bahkan, sejumlah program bantuan sosial yang sudah direalisasikan ada kemungkinan diperpanjang. Dia bilang, langkah itu bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat yang terdampak Covid-19.

Meski demikian, dia menegaskan, hal terpenting dari semua upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk memperbaiki sisi kesehatan dan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 tak akan berarti tanpa didukung oleh masyarakat. Karena itu, dia berharap agar ada proses kesadaran yang dimiliki masyarakat untuk bersama menangani krisis kesehatan dan ekonomi ini. (Baca juga: Sepanjang Pandemi COVID-19, BPOM: Penjualan Obat Ilegal Meningkat 100%)



"Yang penting juga bagaimana kita merubah pola pikir bahwa kesadaran menjadi kunci seperti yang kita lakukan pada Covid-19 ini. Program apa apapun yang kita lakukan kalau masyarakatnya sendiri tidak mau bersama kita ini yang mungkin akan terberat kita hadapi," ujar Erick.
(ind)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top