Janda Bolong Harganya Selangit, Fenomena Apakah Ini?

Selasa, 29 September 2020 - 09:56 WIB
loading...
Janda Bolong Harganya...
Tanaman hias janda bolong jadi primadona di tengah masyarakat. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - EkonomInstitute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai fenomena mahalnya harga tanaman hias janda bolong ini disebut sebagai gelembung ekonomi. Hal itu dikarenakan janda bolong sebagai tanaman hias dari keluarga Monstera tersebut sedang menjadi primadona.

"Fenomena ini disebut sebagai gelembung ekonomi atau bubble economy di mana harga suatu barang jauh dari nilai intrinsiknya. Dalam sejarah bubble economy pertama kali dicatat pada tahun 1637 saat harga bunga tulip dihargai 3.000 sampai 4.200 gulden di Eropa," kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (28/9/2020).

Baca Juga: Ditunggu Ya! Bakal Ada BLT Rp26,5 Miliar Nih Buat Seniman Daerah

Dia melanjutkan fenomena ini ini terjadi berulang pada saat ramai ikan louhan, daun anthurium sampai batu akik menunjukkan adanya gejala irasionalitas di pasar. Misalnya, pada saat anturium dihargai setara mobil inova pada saat itu, ternyata ada permainan antar pedagang tanaman hias atau kartel yang menggoreng harga sehingga bisa ratusan juta rupiah. "Sekarang bisa terjadi lagi ketika tanaman hias seperti monstera atau janda bolong harganya selangit. perlu diselidiki, siapa yang bermain dibelakang fenomena ini? yang jelas spekulan selalu menciptakan produk untuk dipermainkan," jelasnya.

Baca Juga: Sering Kali Menyesatkan, Sri Mulyani Ajak Masyarakat Perangi Hoaks

Sebagai informasi,ada jenis tanaman hias Monstera lainnya yang juga laris manis dijual per helai daunnya. Monstera obliqua bahkan per lembar daunnya bisa dijual dengan harga Rp25-30 juta. Monstera albo variegata dijual Rp30-50 juta per lembar daun, dan Monstera mint dan deliciosa bisa laku Rp50 juta per lembar daunnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Siapa yang Cocok...
Soal Siapa yang Cocok Pimpin OJK, Ekonom: Figur Harus Diterima Pasar
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lestarikan Tanaman Langka Saninten di Lembang
Efek Perang Dagang,...
Efek Perang Dagang, Indef Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI di 2025 Jadi 4,87%
Tanaman Hias yang Mengubah...
Tanaman Hias yang Mengubah Hidup Sueb di Tajurhalang Bogor
INDEF: Ekosistem Hilirisasi...
INDEF: Ekosistem Hilirisasi Tembaga Indonesia Tunjukkan Perkembangan Positif dan Punya Nilai Strategi Signifikan
FLOII Expo 2024 Tingkatkan...
FLOII Expo 2024 Tingkatkan Kolaborasi Industri Tanaman Hias Global
Redam Risiko Lonjakan...
Redam Risiko Lonjakan Harga Minyak Dunia, INDEF: Kendaraan Listrik Jadi Strategi Krusial
Indef: MBG Investasi...
Indef: MBG Investasi Strategis Pembangunan Sumber Daya Manusia
Resmi Dibuka, FLOII...
Resmi Dibuka, FLOII Expo 2025 Dorong Ekspor Industri Hortikultura
Rekomendasi
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Gaung NBA Finals 2026...
Gaung NBA Finals 2026 Menghidupkan Atmosfer Basket Jakarta
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved