Omnibus Law Disahkan, Bank Dunia Ikut Happy

Selasa, 29 September 2020 - 15:24 WIB
loading...
Omnibus Law Disahkan,...
World Bank manyambut baik RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Bank Dunia (World Bank) mendukung langkah Pemerintah Indonesia melakukan reformasi investasi melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja Keberadaan Omnibus Law dianggap mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional .

"Kabar baik karena pemerintah sudah merancang Omnibus Law, yang didalamnya telah memasukkan banyak reformasi berinvestasi untuk meningkatkan daya saing usaha," kata Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Matoo dalam diskusi virtual Selasa (29/9/2020).

Baca Juga: Prediksi Bank Dunia, Ekonomi RI Tahun Ini Minus 2%

Menurut dia segera disahkannya RUU Cipta Kerja bakal menggairahkan kembali investasi di RI di tengah pandemi Covid-19. Pihaknya menyebut perlu upaya ekstra dari pemerintah untuk mengangkat kembali perekonomian, misalnya untuk mendorong industri agar terlibat dalam rantai pasok (value chain) perdagangan global.

"Indonesia merupakan salah satu negara eksportir dalam perdagangan, perlu juga memperbaiki standar perdagangan. Misalnya, mengenai biaya pelabuhan, yang merupakan salah satu bagian di dalam perdagangan internasional," bebernya.

Baca Juga: Tolak Omnibus Law Cipta Kerja, Jutaan Buruh Akan Mogok Nasional Selama 3 Hari

Dalam kesempatan yang sama, Vice President for East Asia and The Pacific at the World Bank Victoria Kwakwa mengatakan pandemi Covid-19 bisa menahan pertumbuhan ekonomi regional selama satu dekade ke depan. "Dengan dampak terbesar dirasakan oleh kelompok masyarakat miskin karena tingkat akses yang lebih rendah untuk perawatan kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan keuangan," ungkapnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Rekomendasi
Alasan KPK Kembalikan...
Alasan KPK Kembalikan Mobil Noel Ebenezer
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China 'Rising Before Fate' di V+Short, Simak Sinopsisnya
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
Infografis
Jadwal Perempat Final...
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved