Langkah Ekspor Pemprov Sulut Lewat Udara Dinilai Positif Buka Pasar
Kamis, 01 Oktober 2020 - 19:38 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara yang melakukan ekspor perdana memanfaatkan kargo udara merupakan langkah positif pada situasi pandemi Covid-19 .
Namun, untuk memberikan nilai tambah, dia menekankan jalur ekspor lewat laut. “Ya kalau mau punya nilai tambah yang lebih tetap manfaatkan jalur laut. Karena dari sisi volume bisa lebih besar yang diekspor. Kalau situasi seperti ini, masa pandemi, kalau ada pasarnya memang sebaiknya dimanfaatkan,” ungkapnya, kepada SINDO Media di Jakarta, Kamis (1/10/2020).
Adapun, pemanfaatan ekspor lewat pesawat hendaknya bisa dilakukan pada barang-barang tertentu. “Jadi kriteria untuk ekspor lewat pesawat itu juga ada kategorinya. Misalnya barang elektronik berteknologi tinggi, atau barang langka yang memang sukar untuk jalur darat maupun laut,” ungkap dia. ( Baca juga:Nikmat, di Tengah Pandemi Industri Kopi Bisa Seruput Devisa USD211 Juta )
Mengenai pengiriman ekspor jalur udara yang cepat, dia menilai positif. Artinya, lanjut Bhima, ada pasar yang mau digarap oleh Pemprov Sulawesi Utara. “Kalau semakin besar pasarnya otomatis pengimpor pasti bakal meminta volume yang lebih besar. Mau tidak mau jalur laut atau kapal yang akan dimanfaatkan karena volumenya bakal besar,” ungkapnya.
Di sisi lain, dengan memanfaatkan jalur kapal laut pengiriman ekspor akan lebih menghidupkan jalur distribusi logistik yang ada di sekitar Sulawesi Utara, terutama di kawasan timur Indonesia. “Yang diperlukan sekarang adalah bagaimana menata jalur atau rutenya. Akan lebih baik kalau ada pelayaran kapal kargo untuk ekspor secara langsung dari Sulawesi Utara melingkupi kawasan Indonesia Timur dan sekitarnya,” jelasnya.
Namun, untuk memberikan nilai tambah, dia menekankan jalur ekspor lewat laut. “Ya kalau mau punya nilai tambah yang lebih tetap manfaatkan jalur laut. Karena dari sisi volume bisa lebih besar yang diekspor. Kalau situasi seperti ini, masa pandemi, kalau ada pasarnya memang sebaiknya dimanfaatkan,” ungkapnya, kepada SINDO Media di Jakarta, Kamis (1/10/2020).
Adapun, pemanfaatan ekspor lewat pesawat hendaknya bisa dilakukan pada barang-barang tertentu. “Jadi kriteria untuk ekspor lewat pesawat itu juga ada kategorinya. Misalnya barang elektronik berteknologi tinggi, atau barang langka yang memang sukar untuk jalur darat maupun laut,” ungkap dia. ( Baca juga:Nikmat, di Tengah Pandemi Industri Kopi Bisa Seruput Devisa USD211 Juta )
Mengenai pengiriman ekspor jalur udara yang cepat, dia menilai positif. Artinya, lanjut Bhima, ada pasar yang mau digarap oleh Pemprov Sulawesi Utara. “Kalau semakin besar pasarnya otomatis pengimpor pasti bakal meminta volume yang lebih besar. Mau tidak mau jalur laut atau kapal yang akan dimanfaatkan karena volumenya bakal besar,” ungkapnya.
Di sisi lain, dengan memanfaatkan jalur kapal laut pengiriman ekspor akan lebih menghidupkan jalur distribusi logistik yang ada di sekitar Sulawesi Utara, terutama di kawasan timur Indonesia. “Yang diperlukan sekarang adalah bagaimana menata jalur atau rutenya. Akan lebih baik kalau ada pelayaran kapal kargo untuk ekspor secara langsung dari Sulawesi Utara melingkupi kawasan Indonesia Timur dan sekitarnya,” jelasnya.
Lihat Juga :