Reptil Bisa Jadi Hobi Plus Investasi

Sabtu, 03 Oktober 2020 - 11:35 WIB
loading...
Reptil Bisa Jadi Hobi...
Foto-foto: dok/Instagram Lucky Hakim
A A A
JAKARTA - Peluang bisnis tidak hanya datang dari sebuah kesempatan, namun juga bisa berawal dari hobi . Seperti hobi memelihara binatang reptil yang kini menjadi sebuah tren baru masyarakat kota, ternyata bisa menjadi lahan investasi yang cukup menjanjikan.

Awalnya, tren reptil sebagai peliharaan hanya berkembang di kalangan penghobi saja. Namun, hingga saat ini perkembangan peminat reptil meningkat pesat hingga 50% selama pandemi. Ini terlihat dari bermunculannya berbagai klub pencinta reptil di berbagai daerah di Indonesia. (Baca: Amalan Ringan yang Bisa Jadi Sebab Turunnya Rahmat Allah)

Bahkan, lingkup pencinta reptil seperti iguana dan tokek pun kian luas. Jika dahulu masih banyak cowok yang berani memelihara, kini banyak kaum hawa yang juga mulai meminatinya. Rentang usianya pun mulai dari anak-anak hingga dewasa. "Trennya sekarang penghobi reptil itu berasal dari kalangan urban, yaitu kalangan muda yang punya jiwa tantangan dan sibuk," ujar mantan anggota DPR yang juga pencinta hewan, Lucky Hakim.

Reptil Bisa Jadi Hobi Plus Investasi


Reptil, kata Lucky, tidak seperti hewan peliharaan lainnya yang membutuhkan perawatan khusus. Pemeliharaan reptil sangatlah mudah dan tidak repot. "Reptil itu sebenarnya kalem dan tidak rewel, perawatannya mudah asal kebutuhan pokoknya, yaitu makanan dan kebersihannya dijaga," lanjutnya.

Karena itu, hewan reptil sangat cocok untuk kaum urban yang tidak memiliki banyak waktu untuk perawatan hewan. Sekarang ini untuk reptil yang banyak di buru, yaitu leopard gecko (tokek hias) dan iguana. Kedua jenis reptil ini memiliki motif kulit yang sangat unik sehingga banyak diminati.

Dengan semakin banyaknya peminat, harga reptil ini pun ikut melonjak. Gecko misalnya, untuk anakan yang bermotif standar saja harganya mencapai Rp150.000. Sementara yang jenis leopard gecko dengan motif atraktif bisa menembus Rp12 juta. (Baca juga: Ini Makanan yang Baik dan Tidak untuk Jantung)

Selain motif, harga tokek juga dilihat dari berat badannya. Untuk tokek yang memiliki berat di atas 3 ons memiliki harga dari Rp30 juta hingga Rp100 juta-an, sedangkan tokek dengan berat 3,5 sampai 4 ons bisa dihargai dengan Rp100 juta hingga Rp800 juta. "Harganya memang bervariasi menurut jenis dan beratnya," tegas Lucky.

Sedangkan untuk bayi green iguana bisa dibanderol Rp300.000 per ekor, red iguana Rp750.000, blue iguana Rp5 juta, iguana albino Rp30 juta, dan white iguana bisa mencapai Rp150 juta.

Selain itu, harga iguana dan ?tokek betina yang sudah pernah melahirkan akan semakin tinggi. Sebab, iguana dan tokek yang pernah sekali melahirkan pada kehamilan berikutnya mampu menetaskan telur yang samakin banyak. "Iguana saya pernah menetas sampai 75 telur," lanjutnya.

Bila berbicara investasi, iguana dan tokek bisa dikatakan cukup menggiurkan. Sebab, bila ukurannya semakin besar, harga jualnya akan semakin tinggi. Apalagi jika kedua reptil ini dirawat dengan bagus dan berwarna serta memiliki bentuk cantik. (Baca juga: Peneliti Temukan Danau Air Asin di Mars)

"Rata-rata untuk para pencinta iguana ini mereka membeli dari bayi dan ditunggu sampai besar agar lebih jinak. Kalau membeli langsung ukuran dewasa akan lebih lama untuk di jinakkan," ungkapnya.

Lucky menambahkan, investasi iguana dan tokek hampir tidak pernah rugi. Karena, rata-rata Indonesia bisa mengimpor 15 ekor iguana dan tokek per tahun dari berbagai negara dan hanya tersedia dua ribu ekor iguana lokal dan tokek lokal per tahun.

Reptil Bisa Jadi Hobi Plus Investasi


Terbatasnya jumlah iguana dan tokek yang diimpor Indonesia memberikan kesempatan bagi para breeder (peternak) untuk jual beli. Terlebih lagi, menjual iguana dan tokek sangat gampang, sebab banyak sekali wadah pencinta reptil di jejaring media sosial.

“Untuk kalangan hobi, harganya saya kira sepadan dengan jenis reptilnya. Kan nantinya bisa untuk investasi lagi, seperti iguana semakin bobotnya berat dan memiliki warna bagus harganya bisa mahal. Teman saya pun mengaku pernah menjual sekitar 20 ekor tokek setiap bulan dengan omset Rp5 juta per bulan. Tentunya sesama anggota komunitas, karena tokek jenis tertentu seperti tokek Pakistan tidak dijual di pet shop ini kan ada nilai investasinya juga," jelasnya.

Alasan lainnya mengapa harga tokek di pasaran cukup tinggi karena masih dipengaruhi oleh beberapa kepercayaan seperti untuk penyembuhan penyakit tertentu. Seperti, daging tokek dipercaya sebagai obat gatal, begitu juga dengan darah dan empedu tokek. (Baca juga: Din Syamsuddin Minta Moeldoko Tak Mudah Lempar Tuduhan)

"Konon, empedu tokek yang sudah jadi kristal bisa jadi obat apa saja. Itu biasanya kalau tokeknya sudah memiliki berat 4 ons. Tokek juga bisa jadi obat HIV/AIDS, tapi saya juga kurang tahu apanya. Ada yang bilang darahnya, dagingnya dan lidahnya. Ada juga yang percaya bahwa tokek bisa membawa keberuntungan," tutur pria kelahiran 1978 ini.

Jika Anda tertarik untuk memulai koleksi reptil Ketua komunitas pencinta reptil Jakarta, Roy Silalahi memberikan tipsnya. Pertama, cari dahulu informasi tentang reptil sebagai hewan peliharaan. Cari juga jenis hewan yang paling mudah perawatannya dahulu.

“Pemeliharaannya bisa dilakukan dengan cara yang mudah, hanya perlu memperhatikan kandang berupa kotak kaca ukuran 40 x 60 cm, dilengkapi dengan dahan-dahan kayu kecil. Sedangkan untuk makanannya, cukup dengan memberikan anak-anak tikus yang masih merah,” ujarnya.

"Untuk makanannya bisa didapat di toko hewan pada umumnya,"saran Roy.

Selain itu, sebelum membeli jenis reptil ini sebaiknya cek dengan detail bentuk dan kelengkapan anggota tubuhnya. Untuk iguana, memiliki kuku sempurna, duri-duri di atas punggung bagus, dan kelincahan iguana.

"Karena jika kuku-kuku sudah tumbuh namun belum sempurna, maka kesempurnaan iguana akan terganggu," ungkapnya. (Lihat videonya: Janda Bolong Jadi Primadona Saat Pandemi Harganya Mencapai Jutaan)

Adapun untuk tokek, perhatikan corak dan warnanya. Warna yang cerah akan semakin banyak disukai dan bernilai jual yang tinggi. "Jika dari bayinya saja sudah terlihat memiliki corak yang cantik, mungkin tokeknya juga bisa semakin cantik ketika besar,"kata Roy. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tol IKN Dilengkapi Terowongan...
Tol IKN Dilengkapi Terowongan Satwa, Bisa Dilintasi Beruang Madu
Yuk, Optimalkan Hobi...
Yuk, Optimalkan Hobi jadi Cuan Lewat Media Digital
Menteri BUMN Erick Thohir:...
Menteri BUMN Erick Thohir: PMN Itu Persepsinya Jelek, Tidak Ada Penyelamatan
Hobi jadi Bisnis Legendaris,...
Hobi jadi Bisnis Legendaris, Ini 3 Resep Lily Patisserie Tetap Eksis Sejak 1960
Demi Miliki Uang Kuno...
Demi Miliki Uang Kuno Langka, Kolektor Ini Habiskan Miliaran Rupiah
Marak Pesohor Beli Klub...
Marak Pesohor Beli Klub Sepak Bola: Awas! Gorengan untuk Dapat Cuan
Munas IV Asalvo Auto...
Munas IV Asalvo Auto Community, Momentum Perkuat Arah Organisasi
Ragunan akan Datangkan...
Ragunan akan Datangkan Satwa Baru dari Afrika di Libur Nataru 2025
Groomers Elite Championship...
Groomers Elite Championship Goldfish Dorong Ekonomi Industri Ikan Mas Koki
Rekomendasi
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Program Magang Nasional,...
Program Magang Nasional, Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran
Berita Terkini
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved