Hobi jadi Bisnis Legendaris, Ini 3 Resep Lily Patisserie Tetap Eksis Sejak 1960

Jum'at, 05 Agustus 2022 - 19:09 WIB
loading...
Hobi jadi Bisnis Legendaris, Ini 3 Resep Lily Patisserie Tetap Eksis Sejak 1960
Bisnis cake dan pudding Lily Patisserie yang dimulai pada 1960 masih bertahan hingga kini. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Kemampuan beradaptasi dan berinovasi menjadi resep bagi sebuah bisnis agar bisa lestari selama puluhan bahkan mungkin ratusan tahun.

Melewati berbagai tren dan tantangan lintas generasi, Lily Patisserie Bandung mengedepankan kualitas dan kepuasan pelanggan untuk dapat bertahan selama lebih dari enam dekade.

Di tengah ramainya persaingan di industri kue dan roti di Bandung, diperlukan strategi khusus untuk dapat bertahan dan unggul, termasuk penggunaan teknologi dalam operasional hariannya.

Salah satu bisnis legendaris yang terbukti sukses beradaptasi di era digital dan memperkuat bisnis mereka melalui teknologi dan bahkan berkembang di tengah pandemi adalah Lily Patisserie.

Bisnis cake dan pudding yang pertama dimulai pada tahun 1960 oleh almarhum Lily Pribadi sebagai bisnis rumahan ini menawarkan berbagai macam cake dan pudding dalam beragam ukuran.

Baca juga: Apakah Kue Bolu Mengandung Kolesterol? Cek Faktanya

Produk yang paling dikenal adalah varian negro cake, yang merupakan kue ulang tahun sejenis black forest dan diproduksi dari resep turun-temurun keluarga.

Varian ini berhasil memikat hati para pelanggan sejak pertama kali dijual dan telah menciptakan langganan yang setia hingga lintas generasi.

Rossano Adrian Pribadi, pemilik sekaligus penerus Lily Patisserie, mengungkapkan bahwa tidak sedikit dari pelanggannya yang sudah menjadi generasi kedua atau ketiga yang menjadi langganan Lily Patisserie dan selalu membeli produknya untuk merayakan berbagai acara.

“Saya sudah mulai membantu ibu saya berjualan dan membuat cake sejak lulus SMA pada tahun 1986 dan sudah mengenal baik banyak pelanggan kami bahkan hingga anak atau cucu mereka sekarang,” tuturnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1450 seconds (11.210#12.26)