Puncak Demo UU Ciptaker, Pengunjung Mal Anjlok 50%

loading...
Puncak Demo UU Ciptaker, Pengunjung Mal Anjlok 50%
Suasana sepi pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (29/09/2020). Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
JAKARTA - Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menyatakan industri ritel semakin tertekan dikarenakan aksi demo menolak UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang diwarnai kericuhan.

Ketua Umum Hippindo Budihardjo mengatakan, kerugian ini dikarenakan masyarakat enggan berpergian lantaran khawatir jika aksi demo ricuh.

"Pasti karena orang jadi takut keluar rumah. Jadi ritel bakal sepi dan pemasukan akan semakin berkurang," ujar Budihardjo saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (9/10/2020). (Baca juga: Demo Buruh Memanas Tak Pengaruhi Harga Emas, Si Kuning Justru Naik Rp4.000 )

Dia melanjutkan, puncaknya kemarin toko dan pusat belanja benar-benar sepi karena demo sudah berlangsung sejak siang. Pengunjung pun ditaksir berkurang 50%.

"Jadi puncaknya kemarin anjlok separuh ya. Biasanya sudah sepi, tambah sepi dong, jadi sepi sekali tidak ada yang berani (datang)," keluhnya. (Baca juga: Selama Pandemi Kicauan Dagang di Twitter Naik Tinggi )



Kendati demikian, umumnya itu terjadi di titik-titik kumpul pendemo yang sebagian besar pusat kota. "Itu di sektor ring 1 lho ya. Mall-mall di seluruh Indonesia kan ada yang kota-kota besar yang rusuh, nah kalau lokasi mall nya dekat area kerusuhan ya sepi. Tapi kalau yang tidak ada demo normal saja, biasa saja," tuturnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top