Kemenkeu Bilang Resesi Indonesia Jangan Disia-siakan, Nah Loh?
Senin, 12 Oktober 2020 - 16:55 WIB
loading...
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemekeu Febrio Kacaribu menilai, resesi ekonomi nasional tidak dapat dihindari di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemekeu) Febrio Kacaribu menilai, resesi ekonomi nasional tidak dapat dihindari di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Dia meminta, agar seluruh pihak untuk berani menghadapi resesi tersebut dan bahkan memanfaatkan kondisi tersebut.
“Resesi jangan sampai disia-siakan. Resesi sesuatu yang harus dihadapi dan dimanfaatkan. Saat resesi adalah saat terbaik untuk melihat yang harus diperbaiki dari kondisi ekonomi, kita transformasi agar semakin kuat setelah keluar resesi,” kata Febrio dalam diskusi virtual, Senin (12/10/2020).
(Baca Juga: Covid-19 Nanjak Terus, Resesi Ekonomi RI Bisa Lanjut ke Depresi )
Menurutnya, tantangan covid-19 masih di depan mata, dimana eskalasi covid-19 masih meningkat yang bisa menyebabkan ekonomi nasional kembali terkontraksi. Hal tersebut jelas menyebabkan investasi dan konsumsi menurun.
“Ini jadi ancaman bagi perekonomian tahun ini dan mungkin jadi ancaman tahun depan. Pekerjaan hilang, mengancam daya beli inilah yang harus dikoreksi jangka pendek,” ucapnya.
“Resesi jangan sampai disia-siakan. Resesi sesuatu yang harus dihadapi dan dimanfaatkan. Saat resesi adalah saat terbaik untuk melihat yang harus diperbaiki dari kondisi ekonomi, kita transformasi agar semakin kuat setelah keluar resesi,” kata Febrio dalam diskusi virtual, Senin (12/10/2020).
(Baca Juga: Covid-19 Nanjak Terus, Resesi Ekonomi RI Bisa Lanjut ke Depresi )
Menurutnya, tantangan covid-19 masih di depan mata, dimana eskalasi covid-19 masih meningkat yang bisa menyebabkan ekonomi nasional kembali terkontraksi. Hal tersebut jelas menyebabkan investasi dan konsumsi menurun.
“Ini jadi ancaman bagi perekonomian tahun ini dan mungkin jadi ancaman tahun depan. Pekerjaan hilang, mengancam daya beli inilah yang harus dikoreksi jangka pendek,” ucapnya.
Lihat Juga :