Produksi Sawit Mulai Pulih, Pasar Domestiknya Bagaimana?
Rabu, 14 Oktober 2020 - 02:01 WIB
loading...
A
A
A
Mukti menuturkan, secara kumulatif sampai dengan Januari dan Februari (sebelum pandemi), konsumsi dalam negeri 2020 adalah 16% lebih tinggi dari 2019. Total konsumsi tersebut terus turun menjadi 3% sampai dengan Juni dan Juli serta menjadi 2,5% sampai dengan Agustus.
"Penurunan utama terjadi pada penggunaan untuk pangan yang secara year-on-year (YoY) Agustus 2020 turun 14,9% sedangkan untuk oleokimia dan biodiesel lebih tinggi berturut-turut dengan 45,3% dan 26,9%," ungkapnya.
Menurut dia, tren naik produksi yang bersamaan dengan tren kenaikan harga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan devisa melalui ekspor produk sawit. Mengingat ekspor ke China sampai dengan Agustus (YoY) sebesar 37% lebih rendah dari tahun lalu dan China adalah negara yang sudah pulih dari Covid-19, sehingga ada peluang yang besar untuk mengejar ketertinggalan ekspor ke China dari tahun lalu.
"Kenaikan konsumsi untuk pangan dan oleokimia dua bulan terakhir memberikan harapan kepulihan konsumsi dalam negeri," tuturnya.
Di sisi lain, nilai ekspor produk minyak sawit pada bulan Agustus tercatat sebesar USD1,697 miliar yang lebih rendah dari nilai ekspor bulan Juli yang mencapai USD1,868 miliar. Nilai ekspor tersebut tercapai pada harga rata-rata bulan Agustus CPO USD703 per ton Cif Rott dan bulan Juli USD659 per ton. Secara volume, ekspor bulan Agustus adalah 2,68 juta ton yang lebih rendah dari pencapaian bulan Juli yaitu sebesar 3,13 juta ton.
"Penurunan utama terjadi pada penggunaan untuk pangan yang secara year-on-year (YoY) Agustus 2020 turun 14,9% sedangkan untuk oleokimia dan biodiesel lebih tinggi berturut-turut dengan 45,3% dan 26,9%," ungkapnya.
Menurut dia, tren naik produksi yang bersamaan dengan tren kenaikan harga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan devisa melalui ekspor produk sawit. Mengingat ekspor ke China sampai dengan Agustus (YoY) sebesar 37% lebih rendah dari tahun lalu dan China adalah negara yang sudah pulih dari Covid-19, sehingga ada peluang yang besar untuk mengejar ketertinggalan ekspor ke China dari tahun lalu.
"Kenaikan konsumsi untuk pangan dan oleokimia dua bulan terakhir memberikan harapan kepulihan konsumsi dalam negeri," tuturnya.
Di sisi lain, nilai ekspor produk minyak sawit pada bulan Agustus tercatat sebesar USD1,697 miliar yang lebih rendah dari nilai ekspor bulan Juli yang mencapai USD1,868 miliar. Nilai ekspor tersebut tercapai pada harga rata-rata bulan Agustus CPO USD703 per ton Cif Rott dan bulan Juli USD659 per ton. Secara volume, ekspor bulan Agustus adalah 2,68 juta ton yang lebih rendah dari pencapaian bulan Juli yaitu sebesar 3,13 juta ton.
Lihat Juga :