Hilirisasi Nikel Penting untuk Hilangkan Gejolak Harga
Kamis, 15 Oktober 2020 - 06:01 WIB
loading...
Hilirisasi nikel diyakini dapat menyelamatkan komoditas tambang ini dari gejolak harga. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin mengatakan, keberadaan hilirisasi nikel dinilai dapat memberikan dampak positif bagi perokonomian negara. Selain dapat meningkatkan nilai rantai pasok produksi, hilirisasi dapat menyelamatkan komoditas bijih nikel dari gejolak harga.
"Di hulu pertambangan itu praktis lebih mudah dilakukan dengan keuntungan yang lebih besar. Namun ketika tarik di hilir muncul istilah keekonomian bahwa nilai tambah keuntungan tidak seimbang dengan investasi (besar). Inilah sedang kita coba sehingga keseimbangan itu terjadi," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (14/10/2020).
(Baca Juga: Hilirisasi Jadi Kunci Pemanfaatan Hasil Tambang yang Optimal) Menurut Ridwan, aspek keekonomian merupakan aspek krusial atas keputusan kebijakan hilirisasi nikel di Indonesia. "Ketika keekonomian itu dikaitkan dengan pohon industrinya atau rantai pasok dari produk-produk hilir belum berjalan sesuai harapan," ungkapnya.
Ridwan mengakui perencanaan keberadaan kawasan industri nikel selama ini tumbuh berkat dorongan dari pelaku industri. Dorongan tumbuhnya industri pengolahan berdasarkan besarnya potensi nikel kadar rendah yang dimiliki oleh Indonesia. "Ini menyadari industri nikel itu penting," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Minerba Irwandy Arif mengatakan, konsep hilirisasi tidak berhenti ketika mineral diproses menjadi setengah jadi (intermediate product). "Hilirisasi harus lebih dikembangkan lebih jauh sampai produk menjadi bahan dasar atau pelengkap tahapan paling akhir dalam pohon industri," jelasnya.
"Di hulu pertambangan itu praktis lebih mudah dilakukan dengan keuntungan yang lebih besar. Namun ketika tarik di hilir muncul istilah keekonomian bahwa nilai tambah keuntungan tidak seimbang dengan investasi (besar). Inilah sedang kita coba sehingga keseimbangan itu terjadi," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (14/10/2020).
(Baca Juga: Hilirisasi Jadi Kunci Pemanfaatan Hasil Tambang yang Optimal) Menurut Ridwan, aspek keekonomian merupakan aspek krusial atas keputusan kebijakan hilirisasi nikel di Indonesia. "Ketika keekonomian itu dikaitkan dengan pohon industrinya atau rantai pasok dari produk-produk hilir belum berjalan sesuai harapan," ungkapnya.
Ridwan mengakui perencanaan keberadaan kawasan industri nikel selama ini tumbuh berkat dorongan dari pelaku industri. Dorongan tumbuhnya industri pengolahan berdasarkan besarnya potensi nikel kadar rendah yang dimiliki oleh Indonesia. "Ini menyadari industri nikel itu penting," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Minerba Irwandy Arif mengatakan, konsep hilirisasi tidak berhenti ketika mineral diproses menjadi setengah jadi (intermediate product). "Hilirisasi harus lebih dikembangkan lebih jauh sampai produk menjadi bahan dasar atau pelengkap tahapan paling akhir dalam pohon industri," jelasnya.
Lihat Juga :