Mantuls, Kakao Jembrana Bali Tembus Pasar Belanda
Senin, 19 Oktober 2020 - 22:52 WIB
loading...
Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Di masa pandemi Covid-19 , kakao Jembrana justru menorehkan prestasi dengan menambah deretan negara tujuan ekspor . Hari ini, Senin (19/10) dilakukan ekspor perdana satu kontainer 20 feet sebanyak 12 ton ke Belanda. Ekspor itu mencatatkan nilai devisa sebesar Rp660.000.000 yang dikirim melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. ( Baca juga:Diadang Pandemi, Ekspor Produk Kakao Kian Terasa Lezat )
Pelepasan ekspor dilakukan secara ceremonial via virtual oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Artha Ardana Sukawati di Denpasar Bali. Acara ini disaksikan Kanwil DJBC Bali NTB dan NTT Hendar Prasmono, Kusuma Santi Kepala Bea Cukai Denpasar, Fikri Cassidy-Wakil Dubes Indonesia di Belanda serta Kepala Dinas Pertanian Pangan Jembrana I Wayan Sutama.
Ketua Koperasi Kerta Semaya Samania (KSS) Jembrana, I Ketut Wiadnyana menyampaikan rasa bangga dan syukur atas dukungan pemerintah sejak awal dan binaan dari Yayasan Kalimajari. "Atas dukungan segala proses yang kami lakukan di KSS. Kami ucapkan terima kasih hingga terwujud nota kesepamahaman ekspor dan support kita sehingga proses bisa berjalan. Juga teman karantina Bali yang intens beri dukungan," ujarnya.
Wagub Bali, Tjokorda Oka Arta Ardana Sukawati (Cok Ace) menyampaikan perasaan bahagia karena perkebunan di Jembrana bisa mengekspor di tengah pariwisata yang meredup. Melihat fenomena ini Wagub diingatkan peristiwa krisis ekonomi 98, ketika sendi perekonomian terpuruk.
"Situasi krisis itu mirip dengan sekarang, ketika sektor pertanian tetap eksis. Kita dapati bahwa pendapatan utama Bali dari pariwisata tentu harus ada penyanding pertanian, " ujar Wagub.
Pelepasan ekspor dilakukan secara ceremonial via virtual oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Artha Ardana Sukawati di Denpasar Bali. Acara ini disaksikan Kanwil DJBC Bali NTB dan NTT Hendar Prasmono, Kusuma Santi Kepala Bea Cukai Denpasar, Fikri Cassidy-Wakil Dubes Indonesia di Belanda serta Kepala Dinas Pertanian Pangan Jembrana I Wayan Sutama.
Ketua Koperasi Kerta Semaya Samania (KSS) Jembrana, I Ketut Wiadnyana menyampaikan rasa bangga dan syukur atas dukungan pemerintah sejak awal dan binaan dari Yayasan Kalimajari. "Atas dukungan segala proses yang kami lakukan di KSS. Kami ucapkan terima kasih hingga terwujud nota kesepamahaman ekspor dan support kita sehingga proses bisa berjalan. Juga teman karantina Bali yang intens beri dukungan," ujarnya.
Wagub Bali, Tjokorda Oka Arta Ardana Sukawati (Cok Ace) menyampaikan perasaan bahagia karena perkebunan di Jembrana bisa mengekspor di tengah pariwisata yang meredup. Melihat fenomena ini Wagub diingatkan peristiwa krisis ekonomi 98, ketika sendi perekonomian terpuruk.
"Situasi krisis itu mirip dengan sekarang, ketika sektor pertanian tetap eksis. Kita dapati bahwa pendapatan utama Bali dari pariwisata tentu harus ada penyanding pertanian, " ujar Wagub.
Lihat Juga :