Bila Cukai Rokok Naik 17% Tahun Depan, APTI: Hidup Kian Susah

Rabu, 21 Oktober 2020 - 15:54 WIB
loading...
A A A
Bagi Agus, rencana pemerintah menaikan cukai harus mempertimbangkan komponen petani dan buruh tani sebagai bagian penting di tubuh NKRI. "Tengoklah ke bawah, ada rakyat yang menderita dan bergantung pada Industri hasil tembakau nasional. Jangan selalu menengok ke atas ke dunia barat. Negara kita berbeda karakter dengan negara barat!," tegas Agus.

Agus pun tak keberatan jika kenaikan cukai maksimal 5%. Itu angka wajar. Sebab, pemerintah masih untung petani dan tidak bingung. Agus juga mengingatkan agar jangan sampai kebijakan yang dipaketkan akan menjadi arena pesakitan petani tembakau dan juga jangan sampai kebijakan tersebut akan menjadi dalang kerusuhan di tingkat bawah.

"Bapak Presiden Jokowi, kami petani tembakau saat ini menderita beneran bukan bohongan. Mohon bapak Jokowi tengoklah kami sebagai pertimbangan untuk membuat kebijakan," tukas Agus. Baca Juga: Pekerja Industri Rokok Ngadu, Lagi Pandemi Dapat 'Musibah' Tarif Cukai Naik

Diketahui sebelumnya, Kementerian Keuangan menggelar rapat bersama Pak Presiden terkait cukai rokok 2021. Arahan dari Presiden Jokowi kenaikan cukai rokok untuk 2021 adalah sebesar 13 - 20%. Namun Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengajukan angka 17%. Angka tersebut yang kemungkinan besar menjadi angka final kenaikan cukai rokok tahun 2021. Angka ini kemungkinan besar akan keluar di hari Jumat (23/10) mendatang. Sementara, untuk Harga Jual Eceran (HJE) tidak ada perubahan, masih tetap 85%. Untuk penyederhanaan tarif cukai juga belum akan diputuskan di tahun 2021.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Cukai Hasil Tembakau...
Cukai Hasil Tembakau Tidak Naik Tahun Depan Disambut Pelaku Usaha IHT
Aturan Turunan PP 28/2024...
Aturan Turunan PP 28/2024 Dinilai Berpotensi Lumpuhkan Sektor Tembakau
Lindungi 6 Juta Pekerja,...
Lindungi 6 Juta Pekerja, Pengusaha Rokok Tagih Kepastian Tarif Cukai
Wacana Tambah Layer...
Wacana Tambah Layer Cukai Rokok Dinilai Tanpa Kajian, Awas Jadi Bumerang
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Rekomendasi
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Berita Terkini
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Infografis
Prodi Paling Banyak...
Prodi Paling Banyak Dibutuhkan Selama 5 Tahun ke Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved