Bila Cukai Rokok Naik 17% Tahun Depan, APTI: Hidup Kian Susah

Rabu, 21 Oktober 2020 - 15:54 WIB
loading...
Bila Cukai Rokok Naik...
APTI beranggapan apabila cukai rokok benar naik tahun depan maka akan menyiksa kehidupan masyarakat yang menggantungkan ekononi di sektor tembakau. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Beredar informasi bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menaikan cukai hasil tembakau (CHT) sebesar 17% untuk tahun 2021. Rencana tersebut konon akan secara resmi disampaikan pemerintah Jumat (23/10) mendatang.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI), Agus Parmuji berharap semoga saja kabar tersebut tidak benar. Namun, bilamana kabar tersebut benar ini merupakan penyiksaan terhadap kehidupan ekonomi rakyat pertembakauan. Menurut Agus, tahun ini (2020, red) petani tembakau sudah hancur karena harga terlalau rendah.

"Hasil kami merugi jangankan untuk melanjutkan pertanian lagi, untuk hidup saja susah. Itu disebabkan salah satunya dari faktor cukai tahun ini yang sudah naik 23%," cetus Agus dihubungi Rabu (21/10/2020). Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok Batal Diumumkan Bulan Ini, Ada Apa?

Agus mengatakan, bilamana tahun depan diputuskan naik lagi tanpa pertimbangan bahwa dalam industri hasil tembakau (IHT) ada komponen tembakau yang selalau terdampak, maka sama saja pemerintah melakukan kedzaliman. Pasalnya, pemerintah berpikir sepihak. Sementara, petani tembakau aspirasinya diabaikan.

"Apakah pemerintah bersedia membeli hasil panen tembakau dari petani?. Kalau industri penyerapannya melemah, apakah pemerintah mau membeli hasil tembakau kami?," tanya Agus.

Bagi Agus, rencana pemerintah menaikan cukai harus mempertimbangkan komponen petani dan buruh tani sebagai bagian penting di tubuh NKRI. "Tengoklah ke bawah, ada rakyat yang menderita dan bergantung pada Industri hasil tembakau nasional. Jangan selalu menengok ke atas ke dunia barat. Negara kita berbeda karakter dengan negara barat!," tegas Agus.

Agus pun tak keberatan jika kenaikan cukai maksimal 5%. Itu angka wajar. Sebab, pemerintah masih untung petani dan tidak bingung. Agus juga mengingatkan agar jangan sampai kebijakan yang dipaketkan akan menjadi arena pesakitan petani tembakau dan juga jangan sampai kebijakan tersebut akan menjadi dalang kerusuhan di tingkat bawah.

"Bapak Presiden Jokowi, kami petani tembakau saat ini menderita beneran bukan bohongan. Mohon bapak Jokowi tengoklah kami sebagai pertimbangan untuk membuat kebijakan," tukas Agus. Baca Juga: Pekerja Industri Rokok Ngadu, Lagi Pandemi Dapat 'Musibah' Tarif Cukai Naik

Diketahui sebelumnya, Kementerian Keuangan menggelar rapat bersama Pak Presiden terkait cukai rokok 2021. Arahan dari Presiden Jokowi kenaikan cukai rokok untuk 2021 adalah sebesar 13 - 20%. Namun Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengajukan angka 17%. Angka tersebut yang kemungkinan besar menjadi angka final kenaikan cukai rokok tahun 2021. Angka ini kemungkinan besar akan keluar di hari Jumat (23/10) mendatang. Sementara, untuk Harga Jual Eceran (HJE) tidak ada perubahan, masih tetap 85%. Untuk penyederhanaan tarif cukai juga belum akan diputuskan di tahun 2021.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usulan Bikin Rokok Murah...
Usulan Bikin Rokok Murah Khusus Warga Miskin Disebut Sesat Nalar
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Cukai Hasil Tembakau...
Cukai Hasil Tembakau Tidak Naik Tahun Depan Disambut Pelaku Usaha IHT
Aturan Turunan PP 28/2024...
Aturan Turunan PP 28/2024 Dinilai Berpotensi Lumpuhkan Sektor Tembakau
Lindungi 6 Juta Pekerja,...
Lindungi 6 Juta Pekerja, Pengusaha Rokok Tagih Kepastian Tarif Cukai
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Rekomendasi
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Berita Terkini
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Infografis
Indonesia Resmi Dapat...
Indonesia Resmi Dapat 221.000 Kuota Haji untuk Tahun Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved