Berkah Pandemi Terhadap Jumlah Investor Pasar Modal
Rabu, 21 Oktober 2020 - 23:44 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan transformasi digital, khususnya demi memperkuat engagement kepada nasabah eksisting dan calon nasabah baru. Salah satu yang dilakukan adalah menggiatkan edukasi dan literasi kepada nasabah dan IPO workshop yang telah dilakukan sepenuhnya secara online (daring). "Ada 3.500 aktivitas edukasi daring yang dilakukan hingga akhir Agustus 2020. Dengan diikuti total hampir 800 ribu peserta," ujar Hoesen dalam sesi Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 secara online, Rabu (21/10/2020). ( Baca juga:Generasi Z dan Milenial Paling Banyak Lakukan Transaksi Digital )
Dia mengatakan, edukasi dan literasi semakin dibutuhkan karena pertumbuhan investor ritel yang signifikan sejak masa pandemi. Setidaknya terdapat pertumbuhan sebesar 30% investor baru tahun ini. Dari 3,2 juta investor, terdapat 1,3 juta investor khusus untuk pasar modal. Sedangkan dampaknya juga terasa pada kontribusi transaksi harian pasar modal. "Kontribusi investor ritel domestik sebesar 43% dalam setiap transaksi harian. Ini naik dibandingkan akhir tahun 2019 lalu yang 37%," ujarnya.
Hoesen menjelaskan bahwa berdasarkan data dari pihak Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah SID investor mencapai 3,28 juta pada akhir September 2020. Kenaikan jumlah investor tersebut terjadi di tengah pandemi, yang telah berdampak pada hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat.
Selain itu, jumlah perusahaan yang telah mendapatkan pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2020 telah mencapai 45 emiten.
Jumlah itu baik saham maupun efek bersifat utang dan sukuk, dengan total nilai emisi yang mencapai Rp7,1 triliun. "Penambahan jumlah emiten tersebut juga merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan seluruh negara di kawasan ASEAN," tuturnya.
Dia mengatakan, edukasi dan literasi semakin dibutuhkan karena pertumbuhan investor ritel yang signifikan sejak masa pandemi. Setidaknya terdapat pertumbuhan sebesar 30% investor baru tahun ini. Dari 3,2 juta investor, terdapat 1,3 juta investor khusus untuk pasar modal. Sedangkan dampaknya juga terasa pada kontribusi transaksi harian pasar modal. "Kontribusi investor ritel domestik sebesar 43% dalam setiap transaksi harian. Ini naik dibandingkan akhir tahun 2019 lalu yang 37%," ujarnya.
Hoesen menjelaskan bahwa berdasarkan data dari pihak Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah SID investor mencapai 3,28 juta pada akhir September 2020. Kenaikan jumlah investor tersebut terjadi di tengah pandemi, yang telah berdampak pada hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat.
Selain itu, jumlah perusahaan yang telah mendapatkan pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2020 telah mencapai 45 emiten.
Jumlah itu baik saham maupun efek bersifat utang dan sukuk, dengan total nilai emisi yang mencapai Rp7,1 triliun. "Penambahan jumlah emiten tersebut juga merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan seluruh negara di kawasan ASEAN," tuturnya.
Lihat Juga :