Bos OJK: Tanpa Digital Lembaga Jasa Keuangan Tak Mampu Bersaing

loading...
Bos OJK: Tanpa Digital Lembaga Jasa Keuangan Tak Mampu Bersaing
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat digitalisasi di dalam Lembaga Jasa Keuangan (LJK) merupakan suatu keharusan. Bila tidak, maka LJK akan tak mampu bersaing di tingkat domestik maupun global.

Ketua OJK, Wimboh Santoso mengatakan, nasabah membutuhkan proses digitalisasi bagi setiap lembaga jasa keuangan. Hal itu untuk mempermudah setiap proses transaksi yang mereka lakukan.

Tanpa produk digital, LJK akan tetap menjadi konvensional, dan hal itu memungkinkan nasabah akan meninggalkan produk yang bersifat konvensional.

"Untuk itu, kenapa kami mendorong digitalisasi dengan kualitas lebih baik dan servis lebih cepat. Ini adalah motto kita," ujar Wimboh dalam Webinar, Jakarta, Rabu (21/10/2020).



(Baca juga: Telkom Siapkan Duit Rp2 Miliar untuk Startup demi Genjot Ekonomi Digital)

Wimboh mencatat, setiap produk jasa keuangan saat ini harusnya sifatnya borderless. Dengan begitu, produk apa saja bisa ditawarkan kepada siapa saja dan di mana saja tanpa batas ada batasan geografis.

Sektor keuangan tidak akan optimal apabila ekosistemnya bukan berbasis digital. OJK akan terus mendorong ekosistem LJK agar berbasis layanan digital yang mumpuni.



Dukungan itu, bahkan tidak saja dilakukan bagi lembaga jasa keuangan, namun juga bagi pelaku UMKM Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang belum terjamah dengan teknologi.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top