Wapres Ma’ruf Amin Ungkap Potensi Pesantren Jadi Motor Penggerak Ekonomi
Kamis, 22 Oktober 2020 - 11:22 WIB
loading...
Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma’ruf Amin mengungkapkan, potensi yang dimiliki pesantren untuk menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan, ekonomi syariah, dan UMKM. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma’ruf Amin mengungkapkan, potensi yang dimiliki pesantren untuk menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan, ekonomi syariah , dan UMKM. Tercatat saat ini ada 28.194 pesantren dengan santri 18 juta orang yang tersebar di berbagai daerah seluruh Indonesia.
Pesantren tersebar luas di Nusantara, dan umumnya berada di pedesaan. "Pesantren lahir mandiri, dibangun dengan swadaya masyarakat dan memberikan layanan terintegrasi sebagai lembaga pendidikan, layanan dakwah, dan pemberdayaan masyarakat," kata Ma’ruf Amin di Jakarta, Kamis (22/10/2020).
(Baca Juga: Pesantren Masuk dalam Blue Print Keuangan Syariah, Bos BI: Kita Dorong Sama-sama )
Dia melanjutkan program Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas diharapkan dapat mendorong kebangkitan UMKM dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional. "Di antaranya melalui pengembangan lembaga keuangan syariah pesantren, pengembangan kewirausahaan santri (santripreneur), dan pengembangan sektor riil dan industri halal," ungkapnya.
Saat ini, pngembangan keuangan syariah di pesantren dilakukan melalui Bank Wakaf Mikro (BWM) dan Baitul Maal Wat-Tamwil (BMT) yang keduanya berbadan hukum koperasi. Nantinya, pesantren juga diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan ketahanan pangan.
Pesantren tersebar luas di Nusantara, dan umumnya berada di pedesaan. "Pesantren lahir mandiri, dibangun dengan swadaya masyarakat dan memberikan layanan terintegrasi sebagai lembaga pendidikan, layanan dakwah, dan pemberdayaan masyarakat," kata Ma’ruf Amin di Jakarta, Kamis (22/10/2020).
(Baca Juga: Pesantren Masuk dalam Blue Print Keuangan Syariah, Bos BI: Kita Dorong Sama-sama )
Dia melanjutkan program Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas diharapkan dapat mendorong kebangkitan UMKM dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional. "Di antaranya melalui pengembangan lembaga keuangan syariah pesantren, pengembangan kewirausahaan santri (santripreneur), dan pengembangan sektor riil dan industri halal," ungkapnya.
Saat ini, pngembangan keuangan syariah di pesantren dilakukan melalui Bank Wakaf Mikro (BWM) dan Baitul Maal Wat-Tamwil (BMT) yang keduanya berbadan hukum koperasi. Nantinya, pesantren juga diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan ketahanan pangan.
Lihat Juga :