Delapan Amalan yang Bisa Dongkrak Ekspor Produk Halal, Apa Saja?
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 18:36 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mencatat, ada delapan strategi pemerintah untuk meningkatkan ekspor produk halal di sejumlah negara. Kedelapan strategi tersebut dengan menggabungkan berbagi instrumen pemerintah yang tersedia saat ini.
"Jumlah konsumen produk halal di Indonesia berada di tingkat ke-1 di dunia, namun produsen produk halal hanya di peringkat ke-10. Karena itu, kami mengajak semua bersama-sama bahu-membahu mencari solusi terbaik untuk memecahkan permasalahan dan memanfaatkan peluang ini di sektor perdagangan," ujar Agus, Jakarta, Sabtu (24/10/2020). ( Baca juga:Wapres Yakin RI Bisa Jadi Produsen dan Eksportir Produk Halal Terbesar )
Agus pun merinci kedelapan strategi yang sudah disusun tersebut. Pertama, fokus produktif dan pasar. Produk halal akan diprioritaskan bagi sektor makanan dan minuman. Lalu, kosmetik, obat-obatan, travel, finance, fashion, media, healthcare, dan pendidikan.
Kedua, relaksasi bahan baku impor untuk industri tujuan ekspor. Ketiga, peningkatan daya saing produk melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) di bawah Ditjen PEN Kementerian Perdagangan.
Keempat, penguatan akses pasar. Di antaranya melalui pameran Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition pada 10-16 November mendatang, World Dubai Expo pada Oktober 2021- Maret 2022, dan pemanfaatan fasilitas FTA, CEPA, EPA, serta PTA.
"Jumlah konsumen produk halal di Indonesia berada di tingkat ke-1 di dunia, namun produsen produk halal hanya di peringkat ke-10. Karena itu, kami mengajak semua bersama-sama bahu-membahu mencari solusi terbaik untuk memecahkan permasalahan dan memanfaatkan peluang ini di sektor perdagangan," ujar Agus, Jakarta, Sabtu (24/10/2020). ( Baca juga:Wapres Yakin RI Bisa Jadi Produsen dan Eksportir Produk Halal Terbesar )
Agus pun merinci kedelapan strategi yang sudah disusun tersebut. Pertama, fokus produktif dan pasar. Produk halal akan diprioritaskan bagi sektor makanan dan minuman. Lalu, kosmetik, obat-obatan, travel, finance, fashion, media, healthcare, dan pendidikan.
Kedua, relaksasi bahan baku impor untuk industri tujuan ekspor. Ketiga, peningkatan daya saing produk melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) di bawah Ditjen PEN Kementerian Perdagangan.
Keempat, penguatan akses pasar. Di antaranya melalui pameran Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition pada 10-16 November mendatang, World Dubai Expo pada Oktober 2021- Maret 2022, dan pemanfaatan fasilitas FTA, CEPA, EPA, serta PTA.
Lihat Juga :